Tapak Karuhun Aptarasa Berhasil Temukan Fosil-Fosil Purba di Cikatomas
Oleh Fajar Sukma Wicaksono, pada Aug 01, 2017 | 17:13 WIB
Tapak Karuhun Aptarasa Berhasil Temukan Fosil-Fosil Purba di Cikatomas
Anggota Tapak Karuhun Aptarasa Tasikmalaya memperlihat beberapa fosil purba yang ditemukan. (AyoTasik/Fajar Sukma)

TASIK, AYOTASIK.COM -- Penelusuran Komunitas Tapak Karuhun Aptarasa Tasikmalaya dalam menggali keberadaan situs peninggalan prasejarah di wilayah Cikatomas, Senin (31/7/2017) ternyata membuahkan hasil gemilang. Sejumlah fosil purba berhasil ditemukan di wilayah tersebut. Sebagian sample dibawa untuk jadi bahan penelitian.

Divisi Purbakala dan Nilai Tradisi Tapak Karuhun Aptarasa Dede Rahmat alias Dera mengatakan dirinya bersama tim melakukan aksi nyata untuk melindungi nilai sejarah dan peradaban dengan terjun langsung ke lapangan. Alhasil, setelah mendapat informasi mengenai keberadaan situs peninggalan sejarah di wilayah tersebut, tim berhasil menemukan sejumlah fosil.

"Ketika kami cek ke lokasi benar saja di sana banyak peninggalan. Terutama di sungai yang sudah kering,"katanya kepada AyoTasik, Selasa (1/8/2017).

Dera menyebutkan adapun fosil purba yang ditemukan dan dibawa sebagai sample diantaranya fosil gigi geraham hewan purba, keong purba yang besarnya sebesar kepala bayi, tulang kaki hewan purba dan lainnya. Diprediksi umur fosil-fosil ini bisa mencapai jutaan tahun lalu. Namun untuk pastinya, sample ini dibawa untuk diteliti dan diidentifikasi lebih lanjut.

"Untuk menuju lokasi kami harus bersusah payah menaklukan medan yang terjal. Jika dikumpulkan mungkin peninggalan bersejarah yang ada di sana bisa memenuhi bak mobil saking banyaknya. Di sana ada juga keong yang ukurannya super besar tapi tidak kami bawa,"tuturnya.

Dera menuturkan adapun tim yang melakukan penulusuran atau bahasa kami nyukcruk ke lokasi tersebut antara lain Thee Arsa Manggala, Dede Yonih, Nia dan Indra Diana. Ketuanya sendiri bernama Gilang Purnama. Ditambah divisi pakarang Okik Taufik.

"Info temuan fosil-fosil purba ini datangnya dari pak Indra Diana Cikatomas. Beliau anggota Tapak Karuhun Tasikmalaya Aptarasa wilayah Cikatomas yang juga telah memberikan kontribusinya pada penelitian balai arleologi di Gunung Raja Cikatomas tahun 2015,"ujarnya.

Dera menyatakan dalam setiap kegiatannya, Tapak Karuhun selalu mengedepankan etika dan birokrasi. Metode penelitian dan analisis murni menggunakan metode ilmiah dan alamiah. Jauh dari kata wangsit atau bisikan ghaib. Terlebih Tapak Karuhun bergerak dalam koordinasi Balai Arkeologi dan dinas-dinas terkait. Sehingga, bisa dipertanggung jawabkan.

"Kami bergerak berdasarkan panggilan jiwa. Tidak ada anggaran yang mendukung kami. Murni swadaya. Tujuannya untuk melindungi dan mengedukasi masyarakat bahwa peninggalan-peninggalan zaman dahulu itu syarat akan makna dan pelajaran,"pungkasnya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600