Mahasiswa UPI Pelopori Pendirian PAUD di Kampung Nangoh
Oleh Fajar Sukma Wicaksono, pada Aug 08, 2017 | 13:39 WIB
Mahasiswa UPI Pelopori Pendirian PAUD di Kampung Nangoh
Mahasiswa UPI berfoto bersama warga Kampung Nangoh, Kecamatan Bungursari setelah peresmian PAUD Taam Miftahul Hasanah, Selasa (8/8). (AyoTasik/Fajar Sukma)

TASIK, AYOTASIK.COM – Kampung Nangoh, Kecamatan Bungursari miliki PAUD anyar yang diberi nama Taam Miftahul Hasanah. Dipelopori oleh sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya yang tengah menjalani kuliah kerja nyata alias KKN, PAUD ini diresmikan oleh lurah dan tokoh masyarakat setempat.

"Setelah melewati sejumlah lika-liku, alhamdulillah kami berhasil mendirikan Taam Miftahul Hasanah ini. Ini juga bagian dari rencana program kerja kelurahan," kata Ketua Kelompok KKN Mahasiswa UPI Tasikmalaya, Yang Yang Lesmana kepada AyoTasik saat peresmian PAUN Taam Miftahul Hasanan, Selasa (8/8/2017).

Yang Yang mengatakan, sekolah ini khusus dibuat untuk anak-anak usia dua sampai empat tahun. Oleh sebab itu, metode belajar yang diterapkan pun berbeda. Diterapkan sistem bermain sambil belajar, dengan 80 persen untuk kegiatan bermain dan 20 persen kegiatan belajar.

"Kami pancing anak-anak ini dengan sejumlah permainan yang syarat akan pelajaran bagi anak-anak. Misalnya, tadi ada jam mainan," ucap Yang Yang.

Berdasarkan data yang mereka punya, ada 16 anak-anak di Kampung Nangoh ini. Namun, yang masuk ke dalam kategori usia Taan Miftahul Hasanah hanya berjumlah 10 orang anak.

"Taam itu singkatan taman anak-anak muslim. Jadi, banyak pendidikan agama yang diberikan. Kebetulan lokasinya berada di wilayah pesantren Miftahul Hasanah. Sehingga, namanya pun Taam Miftahul Hasanah. Anak-anak nya juga belajar di kobong pesantren Miftahul Hasanah yang dipimpin Ajengan Ade," beber Yang Yang.

Yang Yang menuturkan, pihaknya sebagai mahasiswa KKN yang bertugas 40 hari hanya memberikan stimulus bagi warga sekitar untuk bergerak. Setelahnya, nanti warga sendiri yang mengelola PAUD ini.

Tercatat, ada 13 mahasiswa UPI Tasikmalaya yang melakukan KKN-nya di Kampung Nangoh ini. Mereka berasal dari jurusan PG PAUD dan PD SD.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Bungursari, Kermana Wiraatmadja menyatakan, keberadaan mahasiswa UPI ini sangat membantu. Sebab Kampung Nagoh belum memiliki PAUD. Sehingga program tersebut dinilainya sangat menunjang bagi pendidikan anak-anak.

"Jika sebelumnya warga Nangoh harus pergi ke kampung Gandok untuk sekolah PAUD, sekarang di kampungnya sendiri sudah ada," ujar Kermana.

Kermana berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat pribumi bisa lebih meningkatkan lagi kualitas sumber daya manusianya. Sebab, kampung Nangoh ini termasuk salah satu kampung yang terpencil jauh dari kelurahan. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600