Bandara Wiriadinata, Rangsang Pertumbuhan Wisata di Priangan Timur
Oleh Fajar Sukma Wicaksono, pada Aug 18, 2017 | 12:27 WIB
Bandara Wiriadinata, Rangsang Pertumbuhan Wisata di Priangan Timur
Bandara Wiriadinata di Kota Tasikmalaya yang baru diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu memberi harapan besar bagi kemajuan sektor pariwisata di Priangan Timur. (jabarprov.go.id)

TASIK, AYOTASIK.COM—Hadirnya Bandara Wiriadinata di Kota Tasikmalaya yang baru diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu memberi harapan besar bagi kemajuan sektor pariwisata di Priangan Timur.

Menggunakan pesawat terbang Lion Air jarak antara Jakarta-Tasikmalaya hanya memakan waktu 45 menit. Sangat jauh berbeda dengan jalur darat yang bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam.

Bandara tersebut memiliki luas 70 hektare (ha) milik TNI AU, dengan panjang runway 1.200 meter. Di samping itu, bandara hanya berjarak enam kilometer dari pusat kota dan empat kilometer dari terminal tipe A setempat.

Saat ini baru ada satu pesawat komersial ATR 72-500. Untuk harga tiket Tasikmalaya-Jakarta, tarif bawah sebesar Rp240.000 dan atas Rp660.000.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya Undang Hendiana mengatakan keberadaan bandara menjadi jawaban untuk salah satu keluhan wisawatan yang kerap datang ke Tasikmalaya yakni jarak tempuh jauh.

“Melalui jalur darat bisa memakan waktu berjam-jam. Bandara Wiriadinata menjadi angin segar bagi sektor pariwisata di Tasikmalaya,” ujarnya kepada AyoTasik belum lama ini.

Gayung bersambut, Kota Tasikmalaya saat ini memiliki sejumlah fasilitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Hal tersebut dibuktikan bertumbuhnya hotel berbintang.

Fasilitas MICE diperuntukan bagi promosi industri kreatif seperti payung geulis, bordir, batik, kelom geulis, dan lainnya.

"Produk kreatif menjadi salah satu instrumen unggulan bagi pengembangan sektor pariwisata,” paparnya.

Undang mengharapkan Bandara Wiriadinata bisa memperbanyak jalur penerbangan, tidak hanya melayani rute Jakarta-Tasikmalaya atau sebaliknya.

Kendati demikian, hal tersebut bukan perkara mudah, sebab penyempurnaan sarana dan prasarana perlu dilakukan terlebih dulu.

Sementara itu, Wali Kota Budi Budiman optimistis pengguna jasa penerbangan di Bandara Lanud Wiriadinata terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari penerbangan rutin dari Tasikmalaya mencapai 50 orang per hari usai bandara diresmikan. Sedangkan dari Jakarta mengangkut sekitar 72 orang penumpang menuju Tasikmalaya.

"Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung Bandara Sipil Wiriadinata. Sebab, bandara tersebut satu-satunya di Priangan Timur," ucapnya.

Budi menuturkan, Jokowi sempat meminta penambahan runway sepanjang 400 meter. Soalnya, saat ini runway yang tersedia hanya 1.200 meter.

“Harapannya, ke depan bisa tambah lagi hingga 2.500 meter. Sehingga pesawat-pesawat besar bisa mendarat termasuk jenis Boeing,” paparnya.

Kendati demikian, saat ini kendala perpanjangan runway yakni adanya kilang minyak milik Pertamina yang jaraknya tidak jauh dari bandara. “Ini yang sedang kami dipikirkan," terangnya.

Komandan Landasan Udara Wiriadinata Letkol Safeano Cahyo Wibowo menambahkan sejak dibuka untuk umum, penumpang Lion Air selalu penuh baik dari Tasikmalaya ke Jakarta maupun sebaliknya.

"Hal tersebut menandakan minat masyarakat terhadap pelayanan jasa transportasi lewat udara di Tasikmalaya cukup baik. Mereka yang datang bervariasi tujuannya yakni berwisata, berkunjung ke keluarga, rapat dinas, dan lainnya," tuturnya.

Andi (32) seorang warga Cibeureum yang lokasi rumahnya tidak jauh dari bandara tersebut mengatakan sebagai warga Tasikmalaya tentunya harus mendukung apa pun upaya untuk memajukan daerah itu. Saat ini memang belum dirasakan dampak positif dan negatif dari berdirinya bandara tersebut.

"Ke depan tentu harapannya bisa berdampak positif terhadap perekonomian rakyat sekitar," katanya.

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600