Santri Diduga Digeledah Petugas, Toko Paksi Digerudug Massa
Oleh Hengky Sulaksono, pada Dec 26, 2017 | 16:15 WIB
Santri Diduga Digeledah Petugas, Toko Paksi Digerudug Massa
Massa saat menggeruduk Toko Ratu Paksi, Senin (25/12/2017) sore. (istimewa)

TASIK, AYOTASIK.COM--Warga Tasikmalaya digegerkan dengan beredarnya kisah duagaan perundungan yang diterima salah seorang santri berinisial Aq (16), yang dilakukan oleh petugas keamanan salah satu Toko Ratu Paksi beberapa waktu lalu.

Santriwati yang duduk di bangku kelas dua SMA ini disebut-sebut sempat digeledah dan ditelanjangi oleh petugas lantaran diduga melakukan pencurian di toko yang berada di Jalan Sukalaya, Kota Tasikmalaya tersebut.

Berdasarkan catatan Kepolisian, kisah duagaan perundungan yang diterima Aq berlangsung Kamis (21/12/2017) lalu. Saat itu Aq tengah berbelanja di toko alat jahit dan aksesoris ini. Selepas membeli barang yang dicari, Aq memutuskan bergegas pulang.

Tak dinyana, langkah Aq terhenti sebelum kakinya beranjak barang sejengkal pun dari pintu keluar toko. Detektor berbunyi. Petugas lantas menggeledah Aq, memastikan tak ada barang yang dibawa Aq.

Hasil penggeledahan, tak ada satu pun barang yang diduga dicuri, berhasil ditemukan. Belum puas. Aq lantas digelandang petugas ke kamar mandi untuk memastikan lebih jauh. Di kamar mandi, Aq diminta melucuti seluruh pakaian oleh petugas keamanan wanita.

Petugas keamanan tersebut sempat mengecek satu per satu pakaian yang digunakan Aq. Hasil pemeriksaan, detektor berbunyi lantaran celana yang dikenakan Aq memiliki barcode permanen. Tuduhan pencurian oleh Aq tidak terbukti.

Senin (25/12/2017) bertepatan dengan Hari Natal, ratusan massa menggeruduk bangunan Toko Ratu Paksi. Mereka mengawal petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang diberi tugas melakukan penyegelan bangunan. Penyegelan dilakukan sebagai buntut dari penyelidikan hukum yang dilakukan petugas pascainsiden penelanjangan yang dialami Aq.

Beberapa saat sebelum penyegelan, Pemerintah Kota Tasik, aparat Kepolisian, dan sejumlah Organisasi Masyarakat maupun lembaga menggelar musyawarah untuk merespons isu dugaan perundungan yang diterima Aq. Salah satu keputusan yang diambil dalam musyawarah ialah Toko Ratu Paksi bakal ditutup sementara lantaran dugaan pelanggaran perizinan.

Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP Kota Tasikmalaya, Hendih Junaedi mengatakan tindakan penyegelan toko ditempuh sebagai bentuk penegakan aturan, khususnya Peraturan Daerah yang berkaitan dengan urusan perizinan.

“Toko ini tidak punya izin pengembangan termasuk SIUP. Kami banyak terima laporan dari masyarakat juga sudah sangat ramai terutama di media sosial. Jadi, kita ambil tindakan secepat mungkin guna menciptakan kondusifitas," kata Hendih.

Dalam musyawarah yang digelar di Markas Polres Tasik Kota, juga disepakati penanganan kasus dugaan perundungan yang diterima Aq bakal seera diproses. Kapolres Tasik Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Nugraha mengatakan Kepolisan bakal melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Kami akan memproses dan bertindak cepat," kata Adi. Ia menjanjikan penanganan kasus bakal berjalan maraton. Kepolisian juga telah menghimpun informasi kesaksian dari pihak Aq dengan mendatangi langsung rumah remaja perempuan yang juga merupakan seorang guru ngaji tesebut.

“Penanganan kasus tersebut akan kami laksanakan secara cepat dan transparan, tentunya dengan berkoordinasi dengan Pemkot Tasikmalaya dan elemen warga masyarakat," katanya.

Tak lupa, Kapolres juga memohon maaf atas tindakan anak buahnya yang dianggap kurang berkenan. Sebelumnya, beredar kabar jika petugas piket Kepolisian tidak memberi pelayanan maksimal saat kasus dugaan perundungan terhadap Aq pertama kali dilaporkan.

Ketua Mujahidin Tasik Menggugat, Nanang Nurjamil meminta aparat untuk menuntaskan kasus dugaan pidan yang dilakukan terhadap Aq. Ia juga meminta agar kasus ini menjadi bahan pembelajaran bagi siapapun agar menghormati kondusifitas di Kota Tasik.

"Semoga jadi pelajaran buat semua pengusaha baik di Tasik maupun luar Tasik. Jangan pernah lagi lakukan penyiksaan, pelecehan, penzaliman. Jangan pernah lagi. Ini risikonya. Ini risikonya. Jangan pandang sebelah masyarakat. Pembeli adalah raja, hargai masyarakat."

"Apalagi toko Ratu Paksi ini yang punya orang Yogya. Kita tidak alergi. Orang mana aja mau berusaha di tasik silahkan. Tapi penuhi undang-undang, penuhi norma, aturan, etika. Tasik adalah kota religi, Kota Santri," ujar dia.

"Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak semua pengusaha dan pemilik toko, jangan pernah lagi melakukan diskriminasi, intimidasi, pelecehan, apalagi penzaliman, jangan pernah. Ada lagi toko yang mau seperti ini, saya sikat," kata dia.

Walaupun proses hukum telah dilakukakn, gelombang protes terhadap perlakuan oknum petugas keamanan Toko Ratu Paksi ini masih berlanjut. Selasa (26/12/2017) bertepatan dengan peringatan peristiwa Tasik Kelabu 1996 silam, ratusan massa berkerumun di pusat kota, menyerukan penegakkan hukum terhadap kasus yang menimpa Aq. Aksi ini berlangsung kondusif hingga massa membubarkan diri.

Editor : A. Dadan Muhanda
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600