Kematian Ibu Saat Melahirkan Capai 50 Kasus di Tasikmalaya
Oleh Hengky Sulaksono, pada Dec 30, 2017 | 05:23 WIB
Kematian Ibu Saat Melahirkan Capai 50 Kasus di Tasikmalaya
Ilustrasi/Antara Foto

TASIK, AYOTASIK.COM--Kasus kematian ibu saat proses persalinan di Tasikmalaya menyentuh angka 50 orang pada tahun ini. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melaporkan angka kematian sebanyak 37 orang sementara 13 ibu meregang nyawa dalam proses persalinan di Kota Tasik.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Ratih Tedjasukmana menuturkan kematian para ibu disebabkan berbagai jenis gangguan medis, tak terkecuali pendarahan.

"Secara umum, disebabkan pendarahan dan hipertensi atau darah tinggi dalam kehamilan," kata Ratih kepada AyoTasik, Jumat (29/12/2017). Secara keseluruhan, angka kematian ini mengalami penurunan dibanding tahun seblumnya.

"Alhamdulilah tren kematian ibu hamil di Kabupaten Tasik turun," katanya. Pada 2016 lalu, tercatat 45 ibu meregang nyawa saat proses persalinan. Sedangkan angka kematian bayi menyentuh 255 kasus.

Penurunan itu, sebut Ratih, terjadi lantaran dampak serangkaian program kesehatan yang digulirkan Pemerintah Daerah. Salah satu program andalan yang diyakini mampu menekan angka kematian ibu dan bayi ialah Si Resik alias Sistem Informasi Rujukan Efektif Selamatkan Ibu dan Keluarga.

Lewat program ini, pemerintah memberikan layanan konsultasi gratis kepada ibu hamil melalui aplikasi pesan singkat dan sambunagn telepon. Ibu hamil bisa mengajukan pertanyaan apa pun seputar kehamilan dan kesehatan bayi dalam kandungannya.

Si Resik juga memonitor jumlah keberadaan ibu hamil di tingkat desa maupun kecamatan. Hal lain yang mempengaruhi yakni perbaikan tata kelola klinis project contoh di enam Pusat Kesehatan Masyarakat, antara lain Puskesmas Poned, Rajapolah, Sukarame, Manonjaya, Sodonghilir, Sukaraja, Karangnunggal, serta di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama. Di luar itu, Dinas Kesehatan juga menyelenggarakan berabagi penyuluhan.

Tren penurunan juga terjadi di Kota Tasik. Angka kematian 13 ibu hamil sejauh ini turun dari 16 kematian pasa 2016 lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Z. Kholis mengatakan angka kematian ini jika dikonversi menghasilkan rasio perbandingan kematian ibu hamil 88:100.000. Angka ini berada jauh di bawah rataan kejadian di level nasional yang mencapai 359:100.000.

Penyebab kematian ibu hamil terbanyak di Kota Tasik menurut Cecep yakni eklamsi dan preeklamsi, infeksi, serta pendarahan. Preeklamasi, imbuh Cecep, adalah gangguan akibat kenaikan tekanan darah, memicu retensi cairan dan pada gilirannya membuat pembengkakan di bagian kaki penderita. "Kehilangan protein darah. Kalau disertai kejang namanya eklamsi," kata Cecep.

Penurunan, ujar Cecep, terjadi karena berbagai upaya penyuluhan yang dilakukan Pemerintah. "Kita melakukan pembinaan kesehatan ibu-ibu hamil oleh kader. Kemudian meningkatkan kemampuan bidan, supaya bidan tahu kapan dia harus merujuk dan kapan dia bisa menangani. Kemudian audit maternal. Setiap kematian diaudit, kenapa ini (penyebabnya). Supaya tidak terulang," kata dia.

Editor : A. Dadan Muhanda
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600