Pasien Positif Difteri Tasik Sudah Dipulangkan
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jan 09, 2018 | 19:35 WIB
Pasien Positif Difteri Tasik Sudah Dipulangkan
Seorang perawat tengah mengecek kondisi salah seorang pasien suspect difteri di RS SMC, Selasa (9/1/2018). (Hengky Sulaksono)

TASIK, AYOTASIK.COM--Pasien positif difteti pertama di Kabupaten Tasikmalaya telah dipulangkan dari Rumah Sakit Sentra Medika Citrautama. Pasien yang meruoakan wanita berusia 27 tahun ini kini mendapatkan perawatan di rumahnya yang berada di Desa Pageralam, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasik.

Kepala Bidang Kemedikan RS SMC, Iman Firmansyah menuturkan pasien tersebut dipulangkan selepas tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, kondisi pasien dinyatakan membaik.

"Sudah (dipulangkan). Tapi tetap dikasih obat dilanjutkan di rumahnya. Termasuk keluarga pasien itu dikasih obat namanya eritromisin," kata Iman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/1/2018) siang.

Pasien tersebut menurut Iman sudah dipulangkan sebelum hasl laboratorium sampel apus keluar pada Rabu (3/1/2018). Ia tak begitu ingat kapan pasien dipulangkan. Yang jelas, Iman mengatakan jika pasien sempat dirawat selama lima hari. Alasan pemulangan lantaran kondisi pasien telah membaik secara klinis.

"Dikasih ADS (anti-difteri serum) 40.000 unit sampai kondisinya bagus, terus dipulangkan," katanya. Selain mendapatkan serum, pasien juga rutin mengonsumsi antibiotik eritromisin.

"Kelihatan setelah dikasih ADS dan antibiotik, 2x24 jam bengkaknya sudah mulai kempes. Sudah bisa ngobrol lagi. Lalu dipulangkan. Setelah hasil positif keluar, kita sudah kasih antibiotik eritromisin untuk dua minggu, selama di rumah," ujar dia. Eritromisin ini juga diberikan kepada keluarga maupun pihak yang berkontak dengan pasien.

Setelah hasil uji laboratorium keluar, pasien kembali dirujuk ke RS SMC dan mendapatkan perawatan selama satu malam. Tim dokter sempat melakukan pengecekan kondosi pasien dan menyimpulkan pasien telah membaik.

Saat ini, RS SMC tengah merawat 11 orang pasien suspect difteri. Jumlah tersebut terdiri dari tujuh pasien dewasa dan empat pasien anak di bawah usia 14 tahun. Delapan di antaranya berasal dari Kecamatan Bojonggambir, sedangkan sisanya berasal dari Taraju, Jamanis, Cigalontang. "Semua pasien ini keadaan umumnya bagus," kata dia.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600