Ditetapkan KLB Difteri, Kabupaten Tasik Bakal Selenggarakan ORI
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jan 10, 2018 | 11:05 WIB
Ditetapkan KLB Difteri, Kabupaten Tasik Bakal Selenggarakan ORI
Ilustrasi -- Seorang pasien penderita difteri dirawat di Ruang Isolasi RS Sentra Medika Citrautama, Tasik, Senin (8/1). (ayobandung/Hengky Sulaksono)

TASIK, AYOTASIK.COM -- Ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa difteri di Kabupaten Tasik membuat daerah ini bakal segera menyelenggarakan Outbrake Response Immunization alias ORI. Imunisasi tersebut dilakukan untuk mencegah penularan bakteri difteri.

"Kita sudah kirim laporan ke provinsi, nanti Dinas Kesehatan Provinsi Jabar akan menentukan di mana dan seperti apa pelaksanaannya," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Yusep Yustisiawandana, Rabu (10/12/2017).

Dia mengatakan, sejauh ini Dinkes juga telah melakukan antisipasi dini untuk mencegah penularan penyakit. Seluruh pasien yang diduga terjangkit difteri mendapat perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Sentra Medika Citrautama.

AYO BACA : Seorang Warga Positif, Kabupaten Tasikmalaya Tetapkan Status KLB Difteri

Pasien juga mendapat antibiotik eritromisin dan anti-difteri serum sebanyak 40.000 unit sesuai Standar Operasional Prosedur penanganan pasien. Selain kepada pasien, keluarga maupun orang yang berkontak juga diberi antibiotik eritromisin. Dinkes juga mengambil sampel apus mereka yang pernah berkontak dengan suspect.

"Difteri kalau satu orang positif dianggap Kejadian Luar Biasa itu memang karena penyebarannya cepat. Kan melalui udara. Ngobrol aja dengan penderita, kan, bahaya juga," katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah dalam masa persiapan untuk melakukan ORI di awal 2018. Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengatakan, imunisasi bakal dilakukan di 18 kabupaten/kota pada akhir bulan mendatang.

AYO BACA : Terkait Difteri, Pemkab Tasik Minta Warga Tidak Panik

"Pelaksana adalah kabupaten/kota, provinsi sebagai koordinator yang mengawasinya. Ini akan dilaksanakan akhir bulan ini di 18 kabupaten/kota," kata Aher, Selasa (9/1/2018) siang.

Pelaksanaan ORI ini mengawali perluasan dari imunisasi yang digelar Desember 2017 lalu. 18 daerah yang mendapat jatah termasuk lima daerah yang telah menyelenggarakan ORI sebelumnya, yakni Purwakarta, Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Daerah lain yang bakal menyelenggarakan ORI termasuk kabupaten/kota yang telah melaporkan status KLB difteri. Kabupaten Tasik menjadi salah satu derah yang bakal menggelar ORI setelah mengumukan salah satu pasien positif difteri Rabu (3/1/2018) lalu.

"Saya ingin katakan bahwa dari semua data suspect difteri atau disangka terjangkit difteri itu yang terjangkit hanya separuhnya, separuhnya panas biasa. Dari yang dianggap suspect, terduga, tercemar, ternyata hanya separuhnya yang betul, atau yang betul-betul terserang, karena tentu, kan, gejalanya sama panas," kata dia.

AYO BACA : Setiap Laporan Kasus Difteri Bukti Kewaspadaan

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600