PKL Dadaha Protes Pemindahan Tempat Dagang
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jan 11, 2018 | 16:35 WIB
PKL Dadaha Protes Pemindahan Tempat Dagang
Seorang pedagang melintas saat aksi bakar gerobak sebagai bentuk protes PKL Dadaha digelar Kamis (11/1/2018).

DADAHA, AYOTASIK.COM -- Pemindahan lokasi berjualan para pedagang kaki lima yang kerap memarkirkan gerobaknya di Jalan Lingkar Dadaha, Kota Tasikmalaya menuai reaksi negatif. Para pedagang yang kini dipindahkan ke fasilitas shelter milik Pemerintah Kota Tasik memprotes pemindahan lantaran dinilai merugikan.

Ketua Koordinator Persatuan Pedagang Kaki Lima Dadaha, Ade Supena, menilai kondisi shelter yang disediakan pemerintah belum laik. Salah satu hal paling mengganggu adalah kondisi atap bocor dan lokasi yang agak jauh dari keramaian di sport center Dadaha.

Kondisi tersebut membuat para pedagang mengklaim kehilangan omzet secara signifikan. Karena itu, Ade meminta agar Pemkot Tasik segera membenahi kondisi shelter yang dinilai jauh dari kata memadai.

"Jangan cuma janji aja, sabar, sabar. Ini teh masalahnya masalah perut. Jangan cuma janji sabar, sabar nanti ada prosesnya. Ini kan kebutuhannya kebutuhan perut, ya," kata Ade, Kamis (11/1/2018).

Para pedagang, sebut Ade, sudah bosan mendengar janji manis pemerintah yang menyebut bakal mendempul fasilitas shelter. Janji mempercantik shelter menurut Ade sudah dilontarkan sejak sebelum pedagang direlokasi. Mereka juga mengaku terpaksa menuruti permintaan pemerintah lantaran sudah menduga kondisi dan lokasi shelter bakal berimbas negatif bagi pendapatan.

Tidak memadainya lokasi shelter yang disediakan membuat sebagian besar pedagang nampak memilih memarkirkan gerobak mereka sama sekali. Hanya sebagian kecil pedagang yang tetap menjual dagangan mereka kepada pembeli.

Tak cuma menagih janji pemerintah, pedagang juga menggelar aksi pembakaran gerobak dagang sebagai bentuk protes keras. Aksi pembakaran gerobak yang dilakukan ini dihentikan paksa oleh petugas Polisi Pamong Praja Kota Tasik.

Walau demikian, dia tetap mendukung rencana pemerintah untuk berembuk bersama pedagang untuk mencari titik temu ihwal persoalan sepinya pembeli yang dikeluhkan pedagang. Tetap saja, Ade kekeuh menagih realsasi janji sebab pihaknya dudah beberapa kali memberi masukan.

"Kita menyambut baik, jangan cuma ngomong doang. Kita itu perlu bukti, bukan asal ngomong saja. Kalau ngomong mah gampang. Tapi kenyataan mana? Kan, cuma ngomong saja mah percuma," katanya.

Pemkot Tasik merelokasi 143 PKL yang kerap berjualan di Jalan Lingkar Dadaha, Selasa (9/1/2018) lalu.

Relokasi dilakukan dengan alasan keberadaan para PKL mengganggu ketertiban dan peraturan yang diberlakukan di kawasan sport center tersebut. Ade mengaku bakal bertahan sampai sepekan ke depan untuk melihat realisasi janji pemerintah.

"Saya akan bertahan sampai satu minggu, kalau ternyata satu minggu tidak ada reaksi apa-apa, yang dibicarakan tidak terealisasi, maka saya mah tetap akan keluar. Masalah perut ini mah masalahnya," kata dia.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600