Diprotes PKL, Wali Kota: Sabar
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jan 11, 2018 | 18:03 WIB
Diprotes PKL, Wali Kota: Sabar
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman meninjau Shelter PKL Dadaha, Kamis (11/1/2018). (Hengky Sulaksono/ayotasik)

DADAHA, AYOTASIK.COM -- Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi dari kawasan Sport center Dadaha bersabar menanggung konsekuensi relokasi yang berimbas pada sepinya pembeli.

"Sabar. Namanya sebuah kebijakan. Kami juga ingin menata kota yang bersih, tata kota yang rapih, masyarakat dan yang berjualan juga harus bisa diatur," kata Budi, saat mengunjungi shelter PKL Dadaha, Kamis (11/1/2017).

Dalam kunjungannya tersebut, Budi sempat berkeliling melihat kondisi fisik dan fasilitas bangunan. Dia juga mendapat masukan dan dan keluahan dari para pedagang yang mulai kehilangan kesabaran lantaran sepi pengunjung.

Budi mengakui masih banyak bagian-bagian bangunan yang harus dibenahi. Akses jalan masuk menuju lokasi dan tata letak barang dagangan di bagian dalam bangunan yang belum tertata, menjadi sorotan Budi.

Pembagian lapak dagang, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan. Pemerintah tidak bisa memaksa menyediakan lahan sesuai keinginan pedagang lantaran keterbatasan areal shelter.

"Nanti kita carikan modelnya seperti apa. Yang bisa disesuaikan, yang prkatis, orang bisa nyantai supaya lebih enak," tuturnya.

Berbagai persoalan teknis yang meliputi kondisi bangunan bakal dibahas bersama para pedagang, Jumat (12/1/2018) besok. Budi yakin, pendapatan para pedagang bakal kembali normal selepas shelter dipercantik. Pemerintah juga bakal membantu mempromosikan keberadaan shelter PKL Dadaha tersebut kepada publik.

"Nanti bagaimana yang bisa kita bantu di sini. Apa yang harus kami lakukan sesuai nanti dengan fakta di lapangan yang barusan saya dengan Pak wakil lihat. Kalau sudah begini, apa yang kurang (kita perbaiki). Kita ingin orang masuk ke sini bisa santai, makan santai dan enak," terangnya.

Pemeintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya merelokasi 143 PKL yang kerap berjualan di Jalan Lingkar Dadaha, Selasa (9/1/2018) lalu. Hingga saat ini, terdapat setidaknya 11 PKL yang belum direlokasi. 

Pemerintah bakal segera memindahkan seluruh PKL yang masih berada di luar shelter maksimal pekan depan. Relokasi dilakukan dengan alasan keberadaan para PKL mengganggu ketertiban dan melanggar peraturan yang diberlakukan di kawasan sport center tersebut.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600