Guru Madrasah Tasik Bakal ke Jakarta Tuntut Tunjangan
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jan 13, 2018 | 09:08 WIB
Guru Madrasah Tasik Bakal ke Jakarta Tuntut Tunjangan
Guru madrasah saat beraudiensi dengan DPRD Kota Tasik.

INDIHIANG, AYOTASIK.COM--Tidak cairnya uang tunjangan bagi para guru madrasah non pegawai negeri sipil selama enam bulan terakhir membuat mereka gerah. Para guru madrasah di Kota Tasikmalaya berencana bertolak ke Jakarta untuk melayangkan tuntutan terhadap Pemerintah Pusat.

Rencana tersebut dituturkan saat ratusan guru menggelar unjuk rasa dan beraudiensi di Gedung DPRD Kota Tasik, Jumat (12/1/2018). Demonstrasi terabut merupakan bentik desakan agar Pemerintah Daerah dan Legistator mendukung aksi protes para guru dan memfasilitasi pertemuan antra para guru dan Pemerintah Pusat di Jakarta.

"Ini menjadi pekerjaan DPRD, bahwa tugasnya advokasi, melakukan pendampingan, pengawasan di daerah. Saya kira sewajarnya kalau secepatnya DPRD menangkap sinyal ini untuk berangkat sama-sama ke Jakarta," kata Ketua Dewan Pengurus Daera Perkumpulan Guru Madrasah Kota Tasikmalaya, Asep Rizal.

Dia mengatakan terdapat sekitar 1.200 guru madrasah di berbagai level yang belum mendapat tunjangan fungsional di Kota Tasik. Tunjangan tersebut terakhir diterima para guru pada Juni 2017 lalu. Besaran nominal tunjangan hanya mencapai Rp250.000/bulan bagi setiap honorer.

"(Terakhir pemberian tunjangan) bulan Juni. Langsung tidak ada. Dan tidak ada pemberitahuan. Tiba-tiba hari ini muncul kabar bahwa itu dihapus. Ini menjadi keresahan bersama kami," katanya. Asep menyebut duit tunjangan tersebut amat berarti bagi para guru. Sebabnya mereka tak bisa mengharapkan topangan finansial yang memadai dari pihak yayasan.

Salah satu tujuan utama para guru berniat menemui Pemerintah Pusat ialah untuk mengonfirmasi kesimpang-siuran kabar soal penghapusan tunjangan fungsional. Lebih jauh mereka juga menuntut revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun2017 tentang Guru yang menjadi dasar hukum pemebrian dan penghapusan tunjangan.

"Untuk dapat menyampaikan ini, saya kira DPRD harus memfasilitasi kami berangkat bertemu dengan Kementerian Agama di pusat, sekaligus bertemu dengan komisi VIII, Komisi X, Komisi I untuk membicarakan ini agar keresahan, kegelisahan ini dijawab," ujar dia.

Koordinator Komisi I dan VI DPRD Kota Tasik, Muslim menyambut baik aspirasi yang dilayangkan para guru madrasah. Menurutnya dewan siap menampung dan menyalurkan aspirasi tersebut kepada DPR RI maupun Kementerian Agama.

"Saya sangat merespons sekali. Dan insyaallah saya akan mengawal sampai keputusannya secepatnya cair untuk guru-guru madrasah yang ada di Kota Tasikmalaya," kata dia.

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600