Penganiayaan: Balita Tasik Tewas Setelah Kritis Tiga Hari
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jan 14, 2018 | 06:42 WIB
Penganiayaan: Balita Tasik Tewas Setelah Kritis Tiga Hari

INDIHIANG, AYOTASIK.COM -- Balita berusia dua setengah tahun asal Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya yang diduga mengalami penganiayaan dari bibinya dilaporkan tewas. Balita malang ini tewas setelah melewati masa kritis selama tiga hari.

Sebelum dinyatakan meninggal Sabtu (13/1/2018) sore, balita ini sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Prasetya Bunda pada Kamis (11/1/2017). Balita yang diduga menjadi korban kekerasan ini sempat dipindahkan ke RSUD Dokter Soekardjo, Kota Tasik sebelum akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Kota Bandung. Di tempat yang disebut terakhir inilah korban dinyatakan meninggal.

Kepala Kepolisian Sektor Indihiang, Komisaris Polisi Mochammad Bashori membenarkan kabar meninggalnya balita melang tersebut. "Betul sudah meninggal," kata Bashori kepada wartawan saat dijumpai di ruang kerjanya, Sabtu (13/1/2018) malam.

AYO BACA : Mengalami Penyiksaan, Balita Tasik dalam Keadaan Kritis

Dia mengatakan jasas balita bakal menjalani proses otopsi sebelum dipulangkan kepada pihak keluarga. Bashori enggan berkomentar soal duagaan penyebab kematian korban. "Nanti tunggu dulu hasil pemeriksaan tim medis. Supaya sesuai fakta," katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Polisi Bimo Moernanda mengatakan penanganan kasus dugaan penganiayaan oleh sang bibi, Ds (22) terus dilakukan. Kepolisian tengah menaikan status Ds dari saksi menjadi tersangka.

"Dengan korban meninggal, kami meningkatkan status ke penyidikan dan menetapkan Ds (bibinya) sebagai tersangka sekaligus menahannya," kata Bimo.

Balita nahas tersebut dilaporkan mengalami pendarahan di otak dan luka di sekujur badan. Terdapat pula luka bakar di bagian pipi kiri yang diduga timbul akibat penganiayaan. Selain luka fisik, korban juga dilaporkan mengalami dehidrasi saat pertama kali dilarikan ke rumah sakit.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600