Gelar Workshop Pilkada Damai, Komunitas Japati Deklarasi Anti Hoax
Oleh Fajar Sukma Wicaksono, pada Mar 14, 2018 | 18:08 WIB
Gelar Workshop Pilkada Damai, Komunitas Japati Deklarasi Anti Hoax
Komunitas Japati menggelar Workshop Pilkada Damai dan Deklarasi Anti Hoax. (Fajar Sukma/ayotasik)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Komunitas Jaringan Perantau Asli Tasikmalaya se-Indonesia (Japati) menggelar workshop Pilkada Damai di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Rabu (14/3/2018). Dalam workshop tersebut, Japati juga menggelar deklarasi anti hoax.

Ketua Japati, Junen Hudaya mengatakan, workshop ini mengangkat tema "Pilkada Sehat Rakyat Kuat". Hal ini untuk merespon bertebarannya isu SARA, hoax bahkan teror terhadap para ulama dan kiai.

"Workshop tersebut untuk menyadarkan masyarakat bahwa Pilkada itu tidak seseram yang dibayangkan," katanya, Rabu (14/3/2018).

Menurut Junen, worshop ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak hanya mengenal tapi memahami Pilkada. Sehingga, masyarakat tidak hanya sebatas menggunakan hak pilihnya tapi juga punya wawasan dalam memilih calon yang terbaik.

"Peserta yang hadir sekitar 200 orang. Terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa dan para santri," ujarnya.

Dia berharap tindaklanjut dari kegiatan ini bisa diaplikasikan oleh para peserta. Misalnya, melakukan pengawasan jika ada yang kampanye di lingkungan pendidikan atau rumah ibadah. Sebab, kedua tempat itu dilarang untuk dipakai kampanye.

"Untuk narasumber kami hadirkan Komisioner KPU Kota Tasikmalaya, Kasat Intel Polres Tasikmalaya Kota, Ulama dan lainnya yang kompeten dibidangnya," terangnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Tasikmalaya, Hotum Khatimah menyambut baik upaya komunitas Japati untuk mensosialisasikan Pilkada damai pada masyarakat. Hal ini sangat membantu tugas KPU.

"Yang paling penting di sini tidak hanya disampaikan masalah tahapan pemilunya saja. Tapi, pendidikan pemilih dalam pemilu. Ini sangat penting," ucapnya.

Hotum meyakinkan masyarakat yang berstatus perantau pasti mendapatkan hak pilihnya. Sebab, itu merupakan hak sebagai warga negara Indonesia khususnya Jawa Barat.

"Kami menyiapkan formulir A5 untuk mereka yang menggunakan hak pilih dengan daftar pemilih pindahan. Namun, bagi mereka yang sudah punya DPT siap kami fasilitasi jika pulang kampung, yang penting masih di daerah Jawa Barat saja," paparnya.

 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600