Hak Pilih Difabel Harus Dibela
Oleh Hengky Sulaksono, pada Apr 04, 2018 | 16:21 WIB
Hak Pilih Difabel Harus Dibela
Para pemilih difabel. (Hengkay Sulaksono/ayotasik)

INDIHIANG, AYOTASIK.COM -- Pilkada serentak di beberapa daerah bakal berlangsung 27 Juni mendatang. Setiap warga negara yang menganggap penting hak suara mereka mulai mempersiapkan diri dengan berbagai cara, tak terkecuali para difabel yang memiliki kebutuhan khusus.

Guna membantu memperkenalkan hak-hak para difabel, Panitia Pengawasan Pemilu Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan sosialisasi di Favehotel Tasikmalaya, Rabu (4/4/2018) siang. Kegiatan tersebut diikuti puluhan perwakilan difabel Kota Tasik yang telah memenuhi persyaratan untuk bisa menyumbangkan suara mereka. 

Koordiantor Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga KPU Kota Tasik, Ijang Jamaludin, mengatakan sosialisasi ini merupakan salah satu cara yang ditempuh Panwaslu untuk membela hak sekaligus mendorong para difabel menggunakan hak politik mereka.

"Ini merupakan ikhtiar yang kami lakukan untuk membela hak para penyandang disabilitas yang ada di Kota Tasikmalaya. Bagaimanapun mereka adalah warga negara yang punya hak memilih dan dipilih sesuai ketentuan yang berlaku," kata Ijang. 

Dalam sosialisasi pojok partisipasi tersebut, Panwaslu menyampaikan beberapa poin penting. Termasuk di antaranya memperkenalkan tugas dan fungsi Panwaslu, memperkenalkan hak-hak para difabel, dan dorongan untuk ikut berpartisipasi dalam pelbagai bentuk pengawasan Pemilu. 

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, Ijang mengatakan jika jumlah pemilih difabel yang berada di Kota Tasik mencapai 985 jiwa. Jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi data pemilih sementara yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum. Jumlah ini masih mungkin bertambah seiring pemutakhiran data pemilih tetap. 

Ijang menuturkan kendala yang kerap dihadapi pemilih difabel saat hendak memberikan hak suara terjadi di berbagai level. Akses informasi yang terbatas bagi golongan tunanetra menjadi salah satu contoh. Hal lain yang cukup mengganggu ialah akses menuju tempat pemungutan suara yang tak jarang terbilang tidak ramah bagi mereka. 

"Karena itu kita juga sampaikan kepada mereka hak-hak dasar tersebut. Misalnya akses menuju tempat pemungutan suara juga harus dekat dan memudahkan. Pintu masuk harus sesuai standar. Saat memilih, mereka juga harus didampingi. Tapi tetap pilihan mereka bersifat rahasia," ujar dia. 

Harapannya semoga dengan pengetahuan yang pihaknya bagikan, para difabel mengetahui hak-haknya.

"Sehingga nantinya mereka juga terdorong ikut menggunakan hak suara. Imbasnya partisipasi mereka bisa ditingkatkan," kata dia. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600