Salat Harus Berdampak pada Kehidupan Sosial
Oleh Hengky Sulaksono, pada Apr 14, 2018 | 18:45 WIB
Salat Harus Berdampak pada Kehidupan Sosial
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

DADAHA, AYOTASIK.COM--Salat yang merupakan salah satu ritus ibadah wajib bagi kaum Muslim harus meninggalkan bekas pada kehidupan sosial. Ibadah yang merepresentasikan ketaatan pada dimensi teologis ini juga idealnya berdampak pada level sosiologis kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut menjadi pesan inti dalam ceramah yang diberikan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi, saat berbicara di atas mimbar terbuka Tabligh Akbar Isra Miraj Pondok Pesantren al Mujahidin, Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/4/2018) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Demul--sapaan akrab Dedi Mulyadi--juga sempat berpuisi tentang keutamaan salat. Dalam puisinya, dia mempertanyakan kemunculan fenomena-fenomena sosial kontraproduktif di tengah warga Muslim yang notabene wajib melaksanakan salat. Padahal, ujarnya, seharusnya hal-hal negatif bisa ditekan jika warga benar-benar menegakkan salat.

"Kita ini sudah salat tapi kenapa tetangga rumahnya mau roboh dibiarkan. Kita ini sudah salat tapi kenapa tidak peduli pada anak-anak yatim, tidak diurus untuk melanjutkan pendidikannya. Kita ini sudah salat tapi kenapa orang miskin tidak diurus kehidupannya. Kita ini sudah salat tapi kenapa orang lapar dibiarkan," kata Demul. 

"Jadi pesannya salat itu adalah menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Salat itu mencegah kekejian dan kemungkaran. Kekejian dan kemungkaran itu adalah itu tadi, bisa orang miskin, bisa anak yatim, bisa rumah roboh," Demul melanjutkan.

Kondisi Indonesia saat ini, menurut Demul, masih jauh dari tatanan masyarakat ideal yang seharusnya terbentuk jika salat benar-benar ditegakkan. Dia menuturkan, masih banyak rakyat Indonesia yang belum mendapat perlindungan sosial memadai.

"Indonesia masih jauh. Kita rakyatnya belum dilindungi, berasnya, rumah sakitnya, fasilitas pendidikannya secara sempurna. Hak-haknya belum diberikan. Jadi salat kita belum tegak," kata Demul.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600