Bioskop Keliling Jadi Sarana Hiburan Warga Daerah
Oleh Hengky Sulaksono, pada Apr 16, 2018 | 14:48 WIB
Bioskop Keliling Jadi Sarana Hiburan Warga Daerah
Bioskop Keliling yang digelar di Garut, Jawa Barat. (Hengky Sulaksono/ayotasik)

GARUT, AYOTASIK.COM--Keberadaan program Bioskop Keliling yang diinisiasi Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi sarana hiburan tersendiri bagi warga. Mereka yang jarang atau tak pernah menonton film layar lebar bisa merasakan sensasi menonton bioskop di ruang terbuka.

Bioskop Keliling ini menyasar kalangan warga yang terhalang keterbatasan akses untuk menonton film di bioskop, baik karena ketidakmampuan secara ekonomi, khususnya disebabkan tidak tersedianya bioskop di daerah-daerah tertentu.

Kepala Pusbang Fillm Kemendikbud, Maman Wijaya mengatakan, keberadaan Bioskop keliling ini menjadi primadona bagi warga. Sejak diselenggarakan pada 2016 lalu, Pusbang Film telah memutar setidaknya 35 film bioskop Tanah Air dan mampu menyedot animo penonton.

"Ini merupakan salah satu cara kita memberikan tontonan kepada warga daerah yang jauh dari bioskop. Mereka yang terhalang aksesibilitasnya sekarang bisa menikmati film-filim bagus dengan kualitas gambar tak kalah dengan bioskop," kata Maman di Garut, Senin (16/4/2018).

Berdasarkan data Pusbang Film, jumlah peminat film yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 42 juta orang. Sedangkan jumlah bioskop di Tanah Air mencapai 1.600 unit. Kondisi ini membuat sebagian penonton tak memiliki kesempatan untuk menonton film bioskop secara langsung.

Puluhan film yang disajikan kepada warga merupakan karya-karya pilihan dari Pusbang Film. Beberapa contoh judul film yang diputar dalam Bioskop Keliling antara lain Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, My Stupid Boss, Susah Sinyal, dan film bioskop populer lainnya.

"Kenapa kami pilih film-film populer? Karena kami ingin menyasar kalangan masyarakat tertentu yang seleranya disesuaikan. Film populer artinya dia punya banyak peminat,” kata Maman. Selain memilih film populer, Pusbang Film juga memilih film yang mengandung unsur edukasi. “Kalau banyak yang nonton, kan, bagus juga. Bisa sekaligus jadi ajang kumpul warga-warga,” katanya.

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ferdiansyah mengatakan, jenis film yang disediakan Bioskop Keliling ini harus sesuai dengan standar film yang baik dan kebutuhan masyarakat. Film-film yang ditayangkan juga harus bisa memenuhi kebutuhan tontonan sebagai tuntunan. 

"Jadi film-film yang ditayangkan kali ini yang lolos seleksi, ada unsur mendidiknya, kebudayaannya. Ada unsur dalam konteks memeberikan contoh, suri tauladan dan yang laik tonton dan laku. Artinya juga film ataupun tontonan yang punya animo besar di pasar," kata Ferdiansyah.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600