Mural Seniman Jalanan Tasik, Percantik Wajah Komplek Dadaha
Oleh Hengky Sulaksono, pada May 13, 2018 | 16:43 WIB
Mural Seniman Jalanan Tasik, Percantik Wajah Komplek Dadaha
Para perupa sedang melukis mural berjamaah di dinding komplek olahraga Dadaha, Kota Tasik, Minggu (13/5/2018) siang. (Hengky Sulaksono/ayotasik)
DADAHA, AYOTASIK.COM--Sekitar 30 perupa jalanan asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya membuat mural berjamaah di dinding komplek olahraga Dadaha, Kota Tasik, Minggu (13/5/2018) siang. Pembuatan mural di tembok sepanjang 200 meteran ini, merupakan bagian dari rangkaian Pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang dihelat sejak 11-13 Mei 2018.
 
Koordiantor Pentas Ekspresi Seniman Jalanan, Tatang Fahat mengatakan, pembuatan lukisan dinding berjamaah ini merupakan upaya yang dilakukan para seniman untuk mempercantik wajah Komplek Dadaha yang menjadi salah satu ruang publik pusat keramaian dan kegiatan olahraga di Kota Tasik.
 
"Kami menuat lukisan mural ini supaya dinding-dinding tembok di Dadaha terlihat lebih cantik. Dadaha ini, kan, jadi salah satu ruang publik yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Ya, mudah-mudahan kalau sudah dilukis seperti ini akan kelihatan lebih menarik," kata Tatang kepada wartawan, Minggu (13/5/2018) siang.
 
Puluhan lukisan mural yang digambar merepresentasikan keanekaragaman kekayaan budaya di Tasik. Beberapa perupa melukis produk-produk budaya khas Kota Santri seperti kain batik, payung geulis, kelom geulis, dan lain-lain. Sementara seniman lain melukis gambar-gambar yang lebih umum.
 
Tatang menuturkan, pembuatan mural ini juga merupakan bentuk perlawanan terhadap budaya vandalisme yang dinilai tidak konstruktif. Walau dinilai sukar, Tatang berharap agar para seniman atau siapapun yang kerap melakukan aksi vandal bisa terdorong untuk berbuat lebih tertib.
 
Dia juga mengharapkan, agar karya seni yang dicurahkan para seniman jalanan ini bisa sedikit mengubah citra negatif yang kerap menempel di kawasan ini. Dadaha, oleh beberapa pihak masih dianggap sebagai sarang perbuatan-perbuatan kontraproduktif dan bertentangan dengan norma sosial macam pacaran, nongkrong, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya.
 
"Lukisan ini tentumya akan memperindah suasana Dadaha yang selama ini agak dianggap sebelah mata. Ini juga nantinya bisa jadi daya tarik baru supaya banyak warga yang lebig tertarik datang, untuk foto-foto misalnya," terangnya.
Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600