Revisi Rencana Tata Ruang Kota Tasik Bakal Permudah Iklim Investasi
Oleh Hengky Sulaksono, pada May 15, 2018 | 14:32 WIB
Revisi Rencana Tata Ruang Kota Tasik Bakal Permudah Iklim Investasi
Suasana konsultasi KLHS Revisi RTRW Kota Tasikmalaya, Rabu (15/5/2018) siang. (Hengky Sulaksono/ayotasik)

INDIHIANG, AYOTASIK.COM--Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan pemerintah bakal melakukan eveluasi rencana tata ruang wilayah Kota Tasik 2011-2031. Evaluasi terhadap RTRW ini diperlukan untuk menggenjot iklim investasi di Kota Santri.

Rencana revisi RTRW ini telah memasuki tahapan konsultasi penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Selepas KLHS rampung, Budi menyebut revisi RTRW secara formal bisa langsung dilakukan pemerintah melalui persetujuan dewan.

"Diawali dengan KLHS, nanti ada revisi RTRW. Sehingga nanti RTRW kita akan memudahkan bagi para investor, bagi para masyarakat yang akan membangun, di mana wilayahnya akan ditentukan," kata Budi kepada wartawan ditemui selepas menghadiri konsultasi KLHS Revisi RTRW Kota Tasikmalaya, Rabu (15/5/2018) siang.

Dia mengatakan jika sejauh ini iklim investasi di Kota Tasik terbilang cukup kondusif. Buktinya, ujar Budi, banyak pembukaan jenis usaha baru di berbagai sektor industri maupun jasa pemenuhan kebutuhan warga. Walau demikian, Budi menginginkan agar perbaikan iklim investasi ini bisa terus dilakukan. Revisi RTRW yang direncanakan diharapkan bisa membuka jalan bagi ambisi tersebut.

"Tetap semuanya harus dengan peraturan. RTRW ini lima tahun sekali boleh dievaluasi. Ini memberikan kejelasan, tidak menghambat kegiatan pembangunan, tidak menghambat kegiatan ekonomi, tapi juga tidak mengabaikan kepentingan lingkungan hidup," ujar dia.

Selain melalui revisi RTRW, langkah memperlonggar ganjalan investasi ini juga telah dilakukan pemerintah dalam bentuk pencabutan beberapa peraturan tertentu, di antaranya Perda Izin Gangguan dan Perda Fatwa Lokasi.

Pencabutan kedua Perda dilakukan lantaran aturan mengenai zonasi pembangunan telah tertuang dalam rencana detil tata ruang. Pemerintah juga memberikan kemudahan dalam bentuk pengurusan perizinan secara daring kepada calon investor.

Kemudahan iklim investasi yang diberikan nantinya diharapkan bisa mendorong visi Kota Tasik sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan maju di Jawa Barat tahun 2025. Rencana ini juga dinilai bisa mengurangi angka kemiskinan yang mencapai 14,8% dan 6,8% pengangguran dari total populasi. 

"Iklim investasi yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Mendorong bagaiaman membuka lapangan kerja baru, tapi juga tidak melupakan bagaimana menjaga lingkungan dan ketahanan pangan yang ada dalam tata ruang kita," kata dia.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600