Tempat Hiburan Tutup Sepanjang Ramadan, Rumah Makan Buka Sore
Oleh Hengky Sulaksono, pada May 16, 2018 | 11:08 WIB
Tempat Hiburan Tutup Sepanjang Ramadan, Rumah Makan Buka Sore
Ilustrasi Ramadan. (Satrio Iman/AyoMedia)

TAWANG, AYOTASIK.COM--Jam operasional tempat hiburan malam dan rumah makan di Kota Tasikmalaya dibatasi selama Ramadan. Pemerintah Kota Tasik tak mengizinkan tempat hiburan malam beroperasi sama sekali selama sebulan penuh.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Undang Herdiana, mengatakan bahwa aturan tersebut telah disebarkan melalui Surat Edaran Wali Kota Tasik kepada para pelaku usaha tempat hiburan dan rumah makan. Pelarangan operasi tempat hiburan malam dilakukan agar suasana Ramadan terasa lebih khidmat.

"Alasannya supaya masyarakat Kota Tasik bisa lebih merasakan suasana Ramadan, lebih bisa untuk berkonsentrasi, fokus memperbanyak ibadah-ibadah," kata Undang saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (16/5/2018).

Jenis tempat hiburan malam yang dimaksud Undang ialah wahana karaoke. Menurut catatan Disporabudpar, terdapat sedikitnya tiga tempat karaoke di Kota Tasik. Selain itu, pelbagai jenis kegiatan malam di perhotelan juga diminta untuk menyesuaikan.

Undang mengatakan, pelarangan operasi terhadap tempat hiburan malam mulai berlaku efektif saat hari pertama Ramadan. Jika terdapat pengusaha yang kedapatan nakal, pemerintah bakal mengambil langkah tegas.

"Pada hari pertama puasa, mereka harus tutup sepanjang hari 24 jam. Karaoke segala macam tidak boleh ada yang beroperasi. Ini sudah jadi ketentuan yang harus dipatuhi," kata Undang.

Sementara untuk usaha rumah makan, pemerintah hanya membolehkan mereka beroperasi sejak pukul 16.00 WIB. Pembukaan saat sore hari diberlakukan untuk menghindari adanya konsumsi warga tak berpuasa yang bisa memicu aksi-aksi sepihak.

"Kalau ada yang nakal masih melanggar aturan, akan kami koordinasikan supaya tidak ada sweeping. Nanti penindakan akan dilakukan pihak berwenang. Kami akan berikan sanksi teguran hingga sanksi berat," kata Undang.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, meminta semua pihak bersikap bijak dan saling menghormati selama bulan suci Ramadan. Dia juga meminta agar masyarakat mempercayakan aspek penindakan pelanggaran kepada aparat pemerintah.

"Kalau ada ormas mau sweeping seperti itu, koordinasi bersama-sama dengan Polres. Biar mereka tidak usah sweeping, biar nanti Satpol PP dan Polres turun ke lapangan, hanya melihat saja saat sweeping. Supaya enak," kata Yusuf.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600