Remaja Tasik Isi Ramadan dengan Kajian di Taman Dadaha
Oleh Hengky Sulaksono, pada May 17, 2018 | 15:43 WIB
Remaja Tasik Isi Ramadan dengan Kajian di Taman Dadaha
Sejumlah remaja asal Kota Tasikmalaya mengisi kegiatan hari pertama Ramadan dengan mengikuti pengajian di Taman Dadaha, Kamis (17/5/2018) siang. (Hengky Sulaksono/ayotasik)

DADAHA, AYOTASIK.COM--Ratusan remaja asal Kota Tasikmalaya mengisi kegiatan hari pertama Ramadan dengan mengikuti pengajian di Taman Dadaha, Kamis (17/5/2018) siang. Pengajian dalam Pesantren Kilat yang diinisiasi Komunitas Simfoni Remaja Masjid (Siram) Kota Tasik ini, berlangsung hingga pertengahan Ramadan mendatang.

Penanggungjawab kegiatan Pesantren Kilat Komunitas Siram Kota Tasik, Galih Permana mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan agar para remaja di Kota Tasik bisa memanfaatkan waktu senggang menunggu saat berbuka puasa dengan kegiatan positif bernapas keislaman.

Berbeda dengan pengajian umum, para remaja ini tidak melakukan pengajian dalam bentuk membaca kitab suci atau kitab-kitab lain. Selama kegiatan, mereka ditemani sejumlah mentor relawan pemberi materi khusus yang bertujuan untuk mengupas relung-relung kedirian masing-masing agar bisa lebih mengenal diri sendiri, alam sekitar, dan Allah.

"Secara umum kegiatannya seperti belajar mengajar biasanya. Kita ngasih materi seputar Ramadan, tentang problematika remaja, galau, dan lain sebagainya. Ini akan menajdi gerbang hijrah bagi para remaja," kata Gilang.

Dia menuturkan, pesantren kilat yang pertama kali digelar ini diikuti total 103 peserta yang terdiri dari 43 perempuan dan 60 laki-laki. Keseluruhan peserta berasal dari kalangan usia siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa.

"Kita mengemas tidak seperti pengajian biasamya agar tidak terlalu kaku. Kita adakan kegiatan ini di outdoor agar lebih rileks semuanya, bagi para peserta didik dan juga relawan pengajar. Sehingga mereka bisa lebih terbuka dan cair suasananya," ujarnya.

Pesantren Kilat ini, diharapkan mampu membentuk mentalitas remaja Kota Tasik menjadi lebih baik, religius, dan memegang nilai-nilai positif dalam hidup. Diharapkan pula para remaja yang mengikuti kajian Ramadan ini bisa memberikan kontribusi positif kepada lingkungan terdekat.

"Kita sebagai pemuda harus berbuat sesuatu di sekitar kita. Semoga remaja-remaja ini bisa berkontribusi mengubah lingkungannya. Pemdua sangat berpengaruh sekali kepada kondisi lingkungan sekitar karena mereka punya ambisi besar yang harus disalurkan secara positif," tandasnya. 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600