Transaksi e-Commerce Meningkat Selama Ramadan
Oleh Hengky Sulaksono, pada May 25, 2018 | 09:49 WIB
Transaksi e-Commerce Meningkat Selama Ramadan
Ilustrasi belanja daring. (Pixabay/Public Domain Archive)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM--Ramadan dan Idulfitri ikut memengaruhi geliat bisnis daring yang mulai menjadi tren dagang arus utama belakangan ini. Hal ini sejalan dengan peningkatan transaksi e-commerce alias perdagangan elektronik di Tasikmalaya.

Peningkatan transaksi e-commerce ini salah satunya bisa dilihat dari jumlah arus pengiriman jasa paket barang selama Ramadan. Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, tingkat kenaikan kuantitas pengiriman paket selama Ramadan rata-rata menyentuh hingga 50%.

"Ada peningkatan saat Ramadan dan lebaran. Setiap daerah ada lonjakan pengiriman yang berbeda, rata-rata 50%. Biasanya itu terjadi satu minggu dan dua minggu jelang lebaran, maksimal tiga minggu," kata Eri di Tasikmalaya, Kamis (26/5/2018) malam.

Eri mengatakan, jenis komoditas yang mendominasi dalam transaksi tersebut termasuk di antaranya adalah pakaian dan aksesori Ramadan dan merupakan barang-barang e-commerce yang dijual di pelbagai aplikasi belanja daring. Dua kawasan dengan tingkat transaksi paling tinggi ialah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Head of Regional JNE Jawa Barat, Murah Lestari, menuturkan bahwa kenaikan transaksi selama Ramadan ini juga terjadi di Jabar. Peningkatan terjadi di sejumlah daerah termasuk di antaranya Bandung, Sukabumi, Cirebon, Tasikmalaya, dan Karawang yang diprediksi meningkat kurang lebih 20-30%.

Di Tasikmalaya, paket pengiriman barang selama Ramadan tahun ini meningkat hingga sekitar 200% dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu. Dalam sehari, JNE Tasikmalaya bisa mengirim 5.000-7.000 paket, jauh meningkat ketimbang rataan tingkat pengiriman tahun lalu yang mencapai 1.000-2.000 paket. 

Branch Manager JNE Tasikmalaya, Dedi KH mengatakan, peningkatan jumlah pengiriman yang signifikan di bulan Ramadan dan Idulfitri rutin terjadi setiap tahun dibanding hari-hari biasanya yang kini berjumlah rata-rata sekitar 17 juta kiriman/bulan secara nasional. Tren ini diperkirakan akan bertahan.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman, JNE Tasikmalaya menambah dua armada blind van guna menunjang aktivitas pick up dan tiga unit truk besar sebagai angkutan pengiriman via darat rute Tasik-Jakarta. Total keseluruhan armada dalam high season kali ini yang disiapkan berjumlah 26 unit. Mereka juga melakukan penambahan SDM sebanyak 35 orang yang ditempatkan di berbagai bagian, khususnya bagian oprasional.

“Selain memperkuat SDM dan armada, kami juga optimistis dengan pertumbuhan UMKM khususnya di Tasikmalaya. Maka dari itu, berbagai strategi pengembangan dilakukan oleh JNE Tasik seperti penambahan jaringan di Pangandaran hingga mendukung dan memberikan pelatihan untuk UKM di wilayah Priangan Timur," kata Dedi.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600