Pengrajin Bangga Payung Geulis Masuk Nominasi API 2018
Oleh Hengky Sulaksono, pada May 31, 2018 | 15:06 WIB
Pengrajin Bangga Payung Geulis Masuk Nominasi API 2018
Seorang pengrajin saat membuat kreasi payung geulis di Tasikmalaya. (Hengky Sulaksono/ayotasik)

INDIHIANG, AYOTASIK.COM--Para pengrajin payung geulis di Kota Tasikmalaya merasa bangga lantaran kerajinan tangan asli Kota Santri tersebut terpilih menjadi nominasi kategori cenderamata terbaik dalam Anugerah Pesona Indonesia 2018. Pengumuman ihwal masuknya payung geulis sebagai nominator dikeluarkan beberapa waktu lalu.

Kegiatan API diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata untuk mengapresiasi keberadaan dan perkembangan pariwisata di pelbagai daerah tanah air. Anugerah ini juga dikeluarkan guna menjadi kalibrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan standar nasional bahkan dunia.

Salah seorang seniman senior Kota Tasikmalaya, Eri Aksa, tak menyangka jika kerajinan payung geulis bisa menjadi begitu terkenal hingga terpilih menjadi nominasi dalam API 2018. Dia mengaku bangga dengan pencapaian tersebut.

"Alhamdulillah. Ini berkat dukungan dari semua pihak, terutama para pengrajin yang menjadi ujung tombak keberadaan dan kelestarian payung geulis. Mudah-mudahan bisa terpilih, menang, menjadi kebanggaan Tasikmalaya," kata Eri, Kamis (31/5/2018).

Eri yang juga berjasa membangun konsep promosi payung geulis dalam helatan Tasikmalaya October Festival ini juga berharap agar ke depan eksistensi payung geulis bisa semakin dikenal masyarakat lebih luas dan menjadi magnet pariwisata bagi pelancong luar daerah.

"Kalau sudah terkenal, kan, pasti banyak yang tahu. Yang belum tahu jadi penasaran. Mudah-mudahan bisa memberikan dampak yang positif kepada Tasikmalaya, khususnya bagi para seniman pengrajin yang menghidupi payung geulis," kata Eri.

Pemilik payung geulis merek Karya Utama, Warsono, mengaku senang dan bangga dengan keberadaan payung geulis sebagai nominator API 2018. Dia berharap hal tersebut bisa membawa angin segar kepada industri kerajinan yang kerap dilanda pasang surut tersebut.

"Harapannya semoga bisa berdampak kepada bisnis yang kami kerjakan, sehingga semua pengrajin bisa ikut keciprataan manisnya hasil usaha mereka. Payung geulis ini kebanggaan Tasikmalaya yang harus dijaga dan dilestarikan," kata Warsono.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600