Diversifikasi Pola Konsumsi Bisa Tekan Inflasi
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jun 07, 2018 | 14:06 WIB
Diversifikasi Pola Konsumsi Bisa Tekan Inflasi
Ilustrasi -- Seorang warga berbelanja bahan kebutuhan pokok. (Irfan Alfaritsi/AyoMedia)

PANGANDARAN, AYOTASIK.COM—Tingkat konsumsi yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas bisa memicu kelangkaan. Kondisi ini pada gilirannya berpotensi menjadi pemantik inflasi lantaran harga-harga komoditas jenis lain bisa ikut terkatrol sebagai efek domino.

Untuk menghindari hal tersebut, diversifikasi pola konsumsi pangan bisa menjadi jalan alternatif. Lewat diversifikasi ini masyarakat diharapkan bisa mengonsumsi komoditas pokok secara lebih variatif dan tidak terpaku pada satu jenis komoditas.

Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Yusi Yuliana, mencontohkan dua jenis komoditas yang saat ini paling diminati warga Tasikmalaya. Kedua komoditas tersebut adalah daging dan telur ayam.

Kedua komoditas ini, menjadi instrumen penyumbang inflasi yang cukup signifikan. Padahal, Kota Tasik berdekatan dengan Ciamis yang merupakan pemasok daging ayam dan telur di kawasan Priangan Timur.

"Warga Tasik suka makan daging dan telur ayam. Imbasnya harga daging dan telur ayam suka jadi melambung. Padahal Tasik itu dekat dengan Ciamis yang merupakan pemasok telur," kata Yusi kepada wartawan di Pangandaran, Rabu (6/6/2018).

Kenaikan harga daging dan telur ayam ini pada gilirannya ikut mengatrol harga sejumlah bahan pokok lain. Imbasnya, potensi inflasi menjadi semakin tinggi dan sulit dihindari.

"Antara satu komoditas dengan yang lain itu saling terkait, apalagi komoditas turunannya. Seperti contoh, Januari, beras itu penyumbang inflasi terbesar sampai 1%. Lalu penyumbang inflasi terbesar Februari itu bubur ayam," kata Yusi.

Karena itu, Yusi menuturkan, diversifikasi pola konsumsi ini menjadi hal yang harus dilakukan agar level kenaikan harga secara umum bisa dihindari. Dia juga mengimbau agar masyarakat melakukan pola konsumsi sesuai kebutuhan.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berkonsumsi seperlunya dan bervariasi, jangan itu-itu terus. Pengendalian inflasi ini bukan hanya tugas kami di BI, tapi juga tugas masyarakat yang bisa membantu dengan belanja bijak dan konsumsi sewajarnya," kata Yusi.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600