Pasien Lompat dari Jendela, RS SMC Perketat Pengamanan
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 02, 2018 | 13:05 WIB
Pasien Lompat dari Jendela, RS SMC Perketat Pengamanan
Konferensi pers RS SMC, Senin (2/7/2018)
SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Seorang pasien Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama berinisial DB (53) diketahui melakukan aksi nekat dengan cara melompat dari lantai dua bangunan rumah sakit. BD melompat dari celah jendela kamar pada Minggu (1/7/2018) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
 
Direktur Utama RS SMC, Heru Suharto mengatakan peristiwa tersebut sempat membuat gegerp pihak rumah sakit. Heru menuturkan jika DB yang diketahui merupakan warga Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya ini berada dalam kondisi sepenuhnya sadar saat memilih melakukan aksi percobaan bunuh diri tersebut.
 
"Berdasarkan informasi medis, sebelum kejadian pasien dalam kondisi sadar. Pasien dirwat di Ruang Mina dengan analisa medis mengidap asma bronkial, Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau paru-paru menahun," kata Heru saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/7/2018) pagi.
 
Lantaran peristiwa celaka tersebut, DB menderita luka serius di bagian kepala sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang instalasi gawat darurat. Namun nyawa DB tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 04.00 WIB Senin (2/7/2018).
 
Dari keterangan pihak kkeluarga, sebut Heru, pasien sempat meminta izin kepada pihak keluarga untuk pergi ke kemar mandi sebelum melakukan aksinya. Namun demikian, Heru menyebut jika pihak rumah sakit hingga saat ini masih belum bisa memastikan penyebab pasien nekat melompat dari lantai dua ruang perawatan.
 
"Kami masih mencari tahu alasan pastinya kenapa. Kami belum bisa memastikan penyebab pasien nekat loncat, karena berdasarkan keterangan keluarga yang kam kumpulkan, pasien dalam kondisi sadar," ujar Heru.
 
Sementara itu, salah satu keluarga pasien, Enung (35) mengatakan DB kerap mengeluhkan ihwal penyakit yang dideritanya kepada pihak keluarga. DB, ujar dia, kerap membicarakan kondisi penyakit paru-parunya yang tak kunjung sembuh.
 
"Sebelum loncat dari jendela, sempat ngobrol. Waktu itu kami lagi busuk. Dia ngeluh soal penyakitnya. Emang sering ngeluh soal sakitnya, udah kemana-mana berobat tapi hasilnya enggak sembuh-sembuh. Kami menerima kejadian ini sebagai musibah," kata Enung.
Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600