Sistem Zonasi dalam PPDB Dinilai Tidak Efekfif
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 02, 2018 | 21:08 WIB
Sistem Zonasi dalam PPDB Dinilai Tidak Efekfif
Ilustrasi pendidikan. (Ramdhani/AyoMedia)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum menilai penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru terbilang tidak efektif. Alih-alih mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, Uu menyarankan agar masyarakat diberi kebebasan menyekolahkan putra-putri mereka sesuka kehendak.

"Sebenarnya itu (zonasi) tidak efektif dan itu menurut kami membingungkan masyarakat. Tolong, dong, masyarakat diberikan kebebasan, saya tidak sepakat dengan zonasi," kata Uu kepada wartawan saat dijumpai di Singaparna, Senin (2/8/2018).

Uu mengaku tak setuju dengan penerapan sistem zonasi dengan dasar apapun yang dikemukakan Kemendikbud. Dia menilai, munculnya sekolah unggulan dan non-unggulan yang menjadi salah satu dasar pertimbangan pemberlakuan sistem zonasi tak bisa begitu saja disingkirkan lantaran hal tersebut merupakan bagian dari dinamika dunia pendidikan.

"Tidak bisa dihindari ada sekolah yang diunggulkan. Itu tergantung bagaimana insan pendidikan di lingkungan tersebut membangun imej sekolah tersebut. Salah sendiri kenapa guru guru tidak bisa membangun imej sekolah yang baik, kompetitif," kata Uu.

Sebab itu, Uu menyarankan agar masing-masing insan pendidikan untuk memperbaiki kualitas lembaga pendidikan yang mereka hidupi. Menurutnya, keberadaan sekolah unggulan merupakan bukti kompetisi antarsekolah guna membentuk sumber daya manusia yang unggul. 

"Karena sekolah itu tidak tergantung bagusnya bangunan, tapi ditentukan dengan bagusnya lulusan. Lembaga pendidikan itu akan dipercaya orang di saat alumninya menjadi orang yang hebat," kata Uu.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600