Pelaku Usaha Tasik Diajak Ikut Tekan Inflasi
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 04, 2018 | 09:24 WIB
Pelaku Usaha Tasik Diajak Ikut Tekan Inflasi
Ilustrasi -- Warga saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar. (Irfan Alfaritsi/AyoMedia)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM--Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menantang para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya untuk ikut berkontribusi dalam menekan angka inflasi di kota tersebut. Caranya, para pelaku usaha diminta untuk tidak menaikkan harga komoditas jualan mereka tanpa kompromi dan memberikan informasi yang memadai.

Kepala KPw BI Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan jika kenaikan harga satu jenis kebutuhan pokok bisa memicu inflasi lantaran memiliki efek domino. Jika harga suatu jenis barang mengalami kenaikan, maka kemungkinan harga barang kebutuhan lain merangkak naik akan lebih tinggi.

"Misalnya kalau harga beras naik, dibeli oleh pedagang telur, maka harga telurnya ikut naik, karena si pedagang telur merasa dia harus mengeluarkan uang lebih banyak dari biasanya, sehingga dia menganggap harus juga menaikan harga telurnya supaya seimbang," kata Heru, Selasa (6/7/2018) siang.

Informasi ketersediaan dan harga barang yang dijual tak kalah penting diberikan secara memadai untuk menghindari kesimpangsiuran. Kesimpangsiuran bisa memicu kepanikan dan spekulasi yang pada gilirannya bisa berdampak pada kenaikan harga secara umum.

"Data dan informasi dari para pelaku usaha juga penting untuk menggambarkan kondisi perekonomian suatu daerah. Ini juga akan menjadi bahan rekomendasi bagi kami untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar mereka bisa mengambil kebijakan tepat sasaran," kata Heru.

Selain itu, bank sentral juga mengajak agar para pelaku usaha ikut mempraktikkan pola konsumsi yang lebih variatif alias diversifikasi pangan. Cara konsumsi seperti ini sangat penting untuk meminimalisir potensi inflasi yang dipicu kelangkaan jenis komoditasi tertentu.

"Walaupun yang langka cuma satu komoditas misalnya, tetap saja kebutuhan yang lain bisa berpotensi ikut naik karena efek domino. Makanya diversifikasi pangan ini perlu untuk menghindari kelangkaan dan kenaikan harga," kata Heru.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600