Kurang Tertata, Pengunjung Keluhkan Kondisi Wisata Galunggung
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 07, 2018 | 19:42 WIB
Kurang Tertata, Pengunjung Keluhkan Kondisi Wisata Galunggung
Kondisi kolam pemandian kawasan wisata Galunggung keruh yang digunakan pengunjung berwisata, Sabtu (7/7). (Hengky Sulaksono/ayotasik)

GALUNGGUNG, AYOTASIK.COM--Kawasan wisata Galunggung yang menjadi salah satu primadona di Kabupaten Tasikmalaya masih banyak tak memuaskan pengunjung. Mereka menilai kawasan wisata Galunggung masih semrawut dan perlu penataan di sana-sini.

Potret kekacaubalauan pengelolaan kawasan wisata ini bisa dilihat misalnya melalui masih banyaknya pedagang yang berjualan di areal pejalan kaki, pembayaran retribusi yang berkali-kali dan membingungkan pengunjung, kondisi jalan minim penerangan, minimnya tempat sampah, hingga kolam pemandian air panas yang keruh.

Salah seorang pengunjung asal Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Erik Hendriansyah (31) mengeluhkan kondisi yang serba tak tertata tersebut. Seharusnya, imbuh Erik, pemerintah melakukan penataan secara maksimal lantaran Galunggung merupakan salah satu objek wisata kebanggaan warga Tasik.

"Kalau dibilang sudah sesuai, sih, kurang. Banyak yang masih perlu ditata. Kadang-kadang orang suka bingung karena bayar tiketnya berkali-kali. Harusnya segera dibenahi karena Galunggung itu jadi objek wisata, ikonnya Tasik," kata Erik kepada wartawan, Sabtu (7/7/2018) sore.

Pengunjung lain, Arifin (41), menyoroti minimnya keberadaan tempat sampah di kawasan wisata yang dikelola bersama oleh Perum Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tersebut. Dia mengaku sering keteteran mencari tempat sampah selama berkunjung ke kawasan Galunggung.

"Harusnya tempat sampahnya diperbanyak. Sekarang ini saya kalau mau buang sampah susahnya minta ampun. Kalau banyak, kan, bisa memudahkan, bisa lebih tertib. Jadi orang-orang yang berkunjung juga enggak buang sampah sembarangan," kata Arifin.

Koordinator Pengelola Wisata Gunung Galunggung Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Usep Ihrom mengatakan, karut-marutnya kondisi kawasan wisata Galunggung menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah melakukan pembenahan fasilitas Galunggung agar lebih ramah bagi wisatawan.

"Penataan fasilitas akan dilakukan salah satunya di tangga yang ada di jalur menuju taman wisata Cipanas yang beberapa tangganya terlihat rusak. Rencananya selama lima bulan ke depan sudah selesai, mudah-mudahan. Untuk tempat sampah, kami sudah mengusulkan sebanyak 30-60 buah agar segera ditambahkan," kata Usep.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600