3.049 Jiwa Pasegeran, Sambut TMMD Reguler Banjarnegara
Oleh Adi Ginanjar, pada Jul 10, 2018 | 13:00 WIB
3.049 Jiwa Pasegeran, Sambut TMMD Reguler Banjarnegara
TMMD Pasegeran
BANJARNEGARA, AYOTASIK.COM--Sutarso, 40 tahun adalah salah satu warga Dusun Karang Gondang Rt. 01 Rw. 04, Desa Pasegeran, Kecamatan Pandanarum. 
 
Dirinya juga terlihat ringan tangan memecah batu kali demi mewujudkan impian 3.049 jiwa Desa Pasegeran, yang sudah memimpikan puluhan tahun jalan menuju desanya layak dan keras, Selasa (10/7/18).
 
Jalan yang sedang dibangun sepanjang 1.170 meter selebar 3 meter itu akan dicor dengan rabat beton, sehingga menumbuhkan semangat, senyum dan harapan baru bagi warga setempat. bersama Rinto (23) dan Tusmin (kaos hijau) keduanya warga Dusun Karang Gondang Rt. 02 Rw. 05, Desa Pasegeran, Kecamatan Pandanarum, tetangganya. 
 
Mereka memecah batu kali dibawah jembatan jalan masuk menuju desa. Perbantuan mereka ini demi menyediakan bahan dasar batu bagi TNI dan warga lainnya untuk pembangunan talut sepanjang 100 meter, bronjongisasi sepanjang 56 meter, pembangunan 1 unit poskamling, pembuatan saluran irigasi di samping jalan sepanjang 100 meter serta rehab RTLH 11 warga tetangganya.
 
Sutarso kesehariannya sebagai petani padi ini, mengungkapkan kebahagiaannya kepada Serda Sudi Waluyo, Satgas penerangan TMMD Reguler Kodim 0704 Banjarnegara, saat diwawancarai terkait pembangunan akses desa yang akan memberikan wajah baru untuk meningkatkan perekonomian seluruh tetangganya tersebut.
 
''Seandainya di desa kami tidak ada TMMD Reguler, belum tentu jalan batu kami yang becek kala hujan akan dibeton seperti sekarang ini,” ucapnya.
 
Untuk itu Farid sangat berterimakasih kepada TNI dan pemerintah serta seluruh pihak dermawan yang telah mengabulkan keinginan seluruh warga Pasegeran dengan pemerataan pembangunan desanya. 
 
Farid juga menceritakan pengalaman dan kenangannya terhadap jalan desa sebelum dibangun. 
 
Dia mengaku, jalan tersebut dulu susah dilalui, dengan medan yang terjal dan ekstrem, tentu banyak kenangan di sana.
 
“Motor saya sering terpeleset bahkan pernah mundur sewaktu menaiki tanjakan, jadi banyak kenangan saya dengan jalan ini,” kenangnya sambil tersenyum. 
Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600