Tahun 2019, Disdukcapil Kota Tasik Bakal Terbitkan KIA
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 11, 2018 | 12:38 WIB
Tahun 2019, Disdukcapil Kota Tasik Bakal Terbitkan KIA
Ilustrasi Kartu Identitas Anak. (korpri)

INDIHIANG, AYOTASIK.COM--Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya berencana bakal mulai menerbitkan Kartu Identitas Anak pada tahun 2019 mendatang. Saat ini, pemerintah tengah mematangkan persiapan penerbitan KIA tersebut.

Sekretaris Disdukcapil Kota Tasik, Mujadi, mengatakan pihaknya merencanakan penerbitan sekitar 30.000 lembar KIA pada 2019 mendatang. Penerbitan bakal dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan bagi anak usia 0-18 tahun yang hendak memasuki sekolah dasar.

"Kita mungkin nanti fokus ke usia anak yang mau masuk SD untuk syarat masuk sekolah. Nanti anak-anak yang usianya sudah 16, mendekatu 17 tahun mereka udah mau masuk ke penerbitan KTP-el. Kita akan arahkan ke sana," kata Mujadi kepada wartawan, Rabu (11/7/2018) siang.

Berdasarkan data Disdukcapil, jumlah anak berusia 0-18 tahun yang ada di Kota Tasikmalaya saat ini mencapai 230 ribu orang. Sisa ratusan ribu kebutuhan KIA yang belum akan terpenuhi pada 2019 mendatang bakal digeber di tahun-tahun selanjutnya.

"Nanti kita kerja sama dengan Dinas Pendidikan supaya siswa yang mau masuk SD wajib melampirkan fotokopi KIA, biar masyarakat juga terdorong untuk memiliki KIA. Karena anggaran kita terbatas, kita akan selektif," katanya.

Berdasarkan hasil hitung-hitungan Disdukcapil, kebutuhan anggaran untuk memenuhi target penerbitan 20-30 ribu KIA mencapai Rp500.000.

Anggaran pembuatan KIA, ujar Mujadi, sepenuhnya berasal dari kucuran dana APBD. Selain itu, Mujadi mengatakan jika Disdukcapil juga membutuhkan tambahan personel untuk melakukan tugas pencetakan KIA tersebut.

"Personel yang ada sudah kewalahan. Minimal empat orang untuk cetak KIA itu. Kenapa kita belum ada KIA di antaranya memang karena kekurangan personel, selain karena anggaran juga yang belum mendukung," kata dia.

Selain sebagai penanda identitas anak, KIA memiliki berbagai fungsi lain laiknya KTP-el, di antaranya, persyaratan mendaftar sekolah, membuka rekening bank, mendaftar BPJS, pembuatan dokumen keimigrasian, serta mencegah terjadinya perdagangan anak.

Di samping fungsi-fungsi tersebut, kartu ini juga bakal membantu anak membentuk azas kemandirian. Dengan fungsi yang melekat pada kartu, anak-anak bisa menggunakannya secara mandiri untuk berbagai kebutuhan administratif.

Setiap anak berusia 0-18 tahun dapat memperoleh KIA dengan persyaratan menyerahkan akta kelahiran. KIA juga diwacanakan bakal menjadi pengganti akta kelahiran sebagai syarat administratif pendaftaran sekolah.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600