Palsukan SKTM Dikurung Enam Tahun Penjara
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 11, 2018 | 19:23 WIB
Palsukan SKTM Dikurung Enam Tahun Penjara
Ilustrasi. (pixabay.com)
BUNGURSARI, AYOTASIK.COM--Momen Penerimaan Peserta Didik Baru yang masih diperpanjang hingga saat ini di Kota Tasikmalaya menyisakan celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Salah satu celah yang dinilai rentan dimanfaatkan ialah penggunaan surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
 
Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Febry Ma'ruf mengultimatum siapapun yang punya niat buruk untuk menyalahgunakan SKTM tersebut. Menurutnya, penyalahgunaan atau pemalsuan SKTM merupakan bentuk tindakan pidana yang bisa membawa pelakunya mendekam di balik terali besi.
 
"Apabila terbukti menyalahgunakan atau memalsukan SKTM, ancaman hukumannya lebih dari lima tahun dan akan kita proses penanganannya dengan Pasal 263 KUHP. Ancaman hukuman enam tahun," kata Febry kepada wartawan di Markas Polres Tasik Kota, Rabu (11/7/2018) siang.
 
Hingga saat ini, tutur Febry, pihak kepolisian masih menghimpun data dan informasi terkait dugaan penyalahgunaan SKTM dalam proses PPDB di Kota Tasik. Jika ditemukan pelanggaran pidana, ujar Febry, kepolisian tak segan bakal memburu prlsku maupun pihak lain yabg bersekongkol dalam penerbitan atau pemalsuan SKTM.
 
"Saat ini kami sudah mendapat informasi adanya penerimaan siswa-siswa sekolah dan indikasi informasi bahwa adanya pemalsuan ataupun adanya surat keterangan yang disalahgunakan. Ini sudah kita dalami dan sampai saat ini kita masih menunggu adanya laporan. Manakala ada yang dipalsukan atau penyalahgunaan SKTM ini akan kita tindaklanjuti, baik yang memberikan keterangan maupun yang meminta," kata dia.
Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600