Lansia Kota Tasik Didorong Terlibat dalam Pembangunan
Oleh Hengky Sulaksono, pada Jul 12, 2018 | 15:30 WIB
Lansia Kota Tasik Didorong Terlibat dalam Pembangunan
Suasana peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Tasik di Gedung Serbaguna Balekota Tasik, Kamis (12/7). (Hengky Sulaksono/ayotasik)

BALEKOTA, AYOTASIK.COM--Keberadaan orang lanjut usia alias lansia tak jarang dipandang sebelah mata dan dianggap menjadi beban bagi generasi di bawahnya. Anggapan miring yang menempatkan para lansia sebagai masyarakat kelas dua ini harus dihilangkan lantaran mereka juga bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan produktif.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Tasik di Gedung Serbaguna Balekota Tasik, Kamis (12/7/2018) siang.

Yusuf mengatakan, para lansia bisa dilibatkan dalam program pembangunan pemerintah. Pasalnya, ujar Yusuf, tingkat harapan hidup di Kota Tasik yang mencapai usia 71 tahun merupakan pertanda bagus. Hal tersebut, menurutnya, menandakan jika level produktivitas mereka juga masih bisa diharapkan.

"Produktivitas para lansia ini masih bagus, sehingga tidak ada salahnya para senior, mereka itu kita ajak kerja sama. Paling tidak, mereka masih bisa membantu program-program yang ada di pemerintah kota," kata Yusuf kepada wartawan.

Para lansia ini, sebut Yusuf, bisa memberikan masukan-masukan terhadap rancangan program pembangunan di Kota Tasik. Tak terkecuali pembentukan program-program spesifik yang menjadikan lansia sebagai target sasaran.

"Mereka bisa diminta untuk memberikan masukan, karena mereka itu senior, seniornya birokrat, masih punya produktivitas yang bagus. Jadi ada saran masukan dari mereka yang bisa kita bawa, kemudian siapa tahu nanti dituangkan dalam bentuk program," kata Yusuf.

Salah satu program terkait lansia yang diwacanakan bakal digulirkan Pemkot Tasik ialah program yang berisi anjuran kepada para sanak saudara lansia agar mereka lebih memperhatikan aspek kesehatan mental lansia. Dengan begitu, kegembiraan serta kesehatan fisik dan mental para lansia bisa terjaga hingga akhir hayat.

"Program yang dulu, yang ngalongok ka kolot akan diubah. Bukan ngalongok, tapi supaya ngajak ulin ka kolot (main ke orang tua), supaya mereka terus bergembira, dalam keadaan sehat kemudian produktivitasnya masih ada. Kalau ngalongok ka kolot (menjenguk orang tua), mah, sudah bukan program, itu kewajiban. Yang muda harus mau datang ke orang tua," kata Yusuf.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600