Ratusan Haji Ilegal Indonesia Dicokok Otoritas Saudi
Oleh Hengky Sulaksono, pada Aug 01, 2018 | 21:35 WIB
Ratusan Haji Ilegal Indonesia Dicokok Otoritas Saudi
Calon Haji Ilegal. (Istimewa)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Sebanyak 116 orang warga negara Indonesia terjaring razia pihak keamanan Arab Saudi di sebuah penampungan yang terletak di kawasan Misfalah, Mekkah. Akibatnya, niat mereka untuk melaksanakn ibadah haji secara otomatis gagal terlaksana.

Dilansir dari lamanĀ kemlu.go.id, penggerebekan ini berlangsung pada Jumat (27/7/2018) tengah malam waktu setempat. Dari hasil pemeriksaan oleh Tim Petugas dari Konsulat Jenderal RI Jeddah, 116 orang WNI yang terjaring ini sebagian besar memegang visa kerja.

Sebagian lainnya masuk ke Arab Saudi dengan visa umrah dan ziarah. Sebagian besar di antara mereka yang terkena razia ini berdomisili di Mekkah, sebagian lagi berasal dari luar Mekkah namun menyeberang melalui perbatasan masuk ke Kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga KJRI Jeddah, Safaat Ghofur mengatakan para WNI yang digerebek di sebuah penampungan tersebut sebagian besar berasal dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Saat dilakukan pemeriksaam, mereka mengaku berniat ingin melaksanakan ibadah haji.

Salah seorang WNI yang ditangkap mengaku berangkat dengan visa umrah dan masuk ke Arab Saudi sebelum bulan puasa. Ada juga di antara yang datang pada saat Ramadhan. WNI yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku berniat haji. Usai haji, dia akan pulang ke Indonesia melalui Tarhil. Sayangnya, sebelum niatnya terwujud, mereka keburu terjaring razia.

Sebagian di antara mereka telah mengeluarkan kocek puluhan juta untuk membaya jasa agen perjalanan yang memberangkatkan mereka. Mereka juga mesti mengeluarkan kocek tambahan untuk membayar pemandu sesampainya di tanah suci.

"Setelah di Mekkah, mereka bebas mau ke mana saja dan tidak ada urusan lagi dengan travel," tutur salah seorang Staf KJRI Jeddah, Sayangnya, para WNI ini mengaku tidak meningat nama biro tavel yang memberangkatkan mereka.

Sementara merka yang menggunakan visa ziarah berdalih telah mendapatkan perpanjangan masa berlaku visa sehingga bisa melaksanakan ibadah haji. Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin mengaku telah beberapa kali dibikin repot oleh WNI yang berupaya menunaikan ibadah haji di luar koridor tersebut. Di tahun-tahun sebelumnya, para WNi yang menyalahgunakan visa ini harus membayar denda ribuan riyal agar bisa pulang ke tanah air.

Oleh karena itu, Hery mengimbau agar masyarakat bisa menunaikan ibadah haji sesuai prosedur yang telah diatur Pemerintah Arab Saudi. "Tidak baik juga beribadah tapi dengan melanggar hukum negara setempat," kata dia.

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600