Sejumlah Pejabat Pemerintah Kota Tasik Diperiksa KPK
Oleh Hengky Sulaksono, pada Aug 08, 2018 | 15:09 WIB
Sejumlah Pejabat Pemerintah Kota Tasik Diperiksa KPK
Logo KPK. (Wikipedia)

INDIHIANG, AYOTASIK.COM--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai sebagai saksi dalam kasus dugaan suap APBN Perubahan 2018 terhadap salah satu oknum pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga pejabat struktural yang dipanggil KPK tersebut di antaranya Kepala Sub Bagian Perlengkapan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Tasik yakni Galuh Wijaya, Kepala Dinas Kesehatan yaitu Cecep Zainal Kholis, dan Sekretaris Dinas PUPR, Adang Mulyana. Ajudan Walikota Pepi Nurcahyadi juga ikut dipanggil.

Menurut Galuh, mereka diperiksa secara terpisah di Gedung KPK, Selasa (7/8/2018) kemarin. Pemeriksaan dilakukan penyidik KPK sebagai hasil pemgembangan operasi tangkap tangan dugaan korupsi suap APBN Perubahan 2018 oleh Yaya.

"Dia digeledah. Setelah digeledah, ditemukan surat usulan dari beberapa daerah.  Bukan hanya Kota Tasik, ada beberapa daerah. Salah satunya Kota Tasik ada usulan APBN Peeubahan tahun 2018," kata Galuh kepada wartawan Rabu (8/8/2018) siang.

Galuh diperiksa sekitar tiga jam sejak pukul 14.00 WIB-17.00 WIB. Terdapat lebih dari 20 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Galuh. Pertanyaan yang diajukan, seputar tugas dan kewenangan Galuh dalam jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris Pribadi Wali Kota.

"Di antaranya menanyakan mekanisme penandatanganan usulan (anggaran OPD). Karena yang saya tahu, sebuah usulan itu datang dari dinas dulu. Nanti dia mengajukan proposal, lalu ditandatangani walikota melalui ajudan," katanya.

Dijelaskan Galuh, penyidik menanyakan kebenaran usulan-usulan anggaran yang ditandatangani wali kota Tasik. 

"Apakah betul ini usulan dari Kota Tasik? Apakah betul ini yang menandatanganinya langsung wali kota usulannya? Apakah betul ini dari dinas ini?" ujar Galuh.

Galuh mengakui, dia tak mengetahui secara pasti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Cecep dan Adang. 

"Pak Cecep dan Pak Adang diperintahkan KPK membawa data, saya kurang tahu data apa," ucapnya. 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600