Pemuda Tasik Diajak Rajut Kebhinekaan di Tengah Gempuran Hoaks
Oleh Hengky Sulaksono, pada Sep 22, 2018 | 16:08 WIB
Pemuda Tasik Diajak Rajut Kebhinekaan di Tengah Gempuran Hoaks
Diskusi publik dengan tema Menjaga Pancasila, NKRI dan Merawat Kebhinekaan di City Hotel, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/9/2018) siang. (Hengky Sulaksono/ayotasik)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM--Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Dewan Perwakilan Rakyat menggelar diskusi publik dengan tema Menjaga Pancasila, NKRI dan Merawat Kebhinekaan di City Hotel, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/9/2018) siang.

Diskusi yang juga membahas sejumlah persoalan dalam lanskap dunia informasi di era digital ini dihadiri sejumlah siswa perwakilan dari berbagai sekolah termasuk mahasiswa dan santri pondok pesantren yang ada di Tasikmalaya.

Pembicara anggota Komisi I DPR RI, Supiadin Aries Saputra mengatakan diskusi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kebangsaan yang utuh sehingga mereka bisa menjaga kebhinekaan NKRI. Hal tersebut dinilai penting di tengah pesatnya perkembangan arus informasi yang tak jarang menimbulkan potensi perpecahan.

"Yang kami sampaikan itu bagaimana cara membangun kualitas generasi muda supaya mereka memiliki pengetahuan yang luas terkait menjaga NKRI dan kebhinekaan. Termasuk juga bagaimana menghadapi banyak berita hoaks supaya generasi muda di Tasik bisa lebih terbentengi," kata Supiadin.

Dia sempat memberikan wejangan kepada para generasi muda Tasik agar tidak mudah termakan isu-isu negatif dan berita bohong alias hoaks. Karena itu, dia berpendapat pengetahuan dan budaya literasi media perlu digalakkan, khususnya di kalangan generasi muda.

"Kalau misalnya ada berita-berita itu disaring dulu. Pertama apakah berita itu benar atau hoaks. Setelah itu, apakah informasi itu bermanfaat atau tidak. Kalau tidak bermanfaat, sebaiknya tidak usah disebarkan karena akan menimbulkan dampak yang negatif," katanya.

Supiadin juga meminta para anak muda untuk lebih mengedepankan sisi persamaan di tengah segala rupa perbedaan, termasuk perbedaan pendapat dan cara pandang, demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. Perbedaan, ujar dia, harus dikesampingkan supaya persatuan bisa diketengahkan.

"Bagaimana cara kita merawatnya agar kebhinekaan terjaga itu harus kita ambil persamaan-persamaannya. Kita pasti berbeda. Tapi perbedaan kita kesampingkan. Kalau kita ambil perbedaan, akan menuju perpecahan. Kita boleh berbeda, tapi pada dasarnya kita sama," kata dia.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600