Pemkab Tarik Kendaraan Dinas Eks Bupati
Oleh Hengky Sulaksono, pada Oct 02, 2018 | 18:48 WIB
Pemkab Tarik Kendaraan Dinas Eks Bupati
Kendaraan operasional eks bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum. (Hengky SUlaksono/Ayotasik.com)
AYO BACA : Bupati UU Ruzhanul Ulum Merakyat

AYO BACA : Hari Pertama Turun Gunung, Uu Gunakan Mobil Mirip Mr Bean

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menarik sejumlah mobil dinas yang sebelumnya dipakai sebagai kendaraan operasional eks bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum. Penarikan dilakukan lantaran saat ini Uu tak lagi menjabat sebagai kepala daerah di Tasik.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasik, Abdul Kodir mengatakan Uu telah mengembalikan sejumlah mobil yang menjadi aset pemda. Penarikan kendaraan dinas ini dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
 
\"Saya kemarin sudah ketemu dengan Pak wagub, Pak Uu Ruzhanul Ulum. Beliau sudah menyerahkan semua aset, kemarin saya sedang cuti. Sekarang sudah menyerahkan, kecuali haknya dia,\" kata Abdul Kodir kepada wartawan saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (2/10/2018) siang.
 
Terdapat delapn kendaraan yang sempat digunakan Uu. Kedelapan unit kendaraan dinas tersebut antara lain Toyota Camry keluaran 2001, Toyota Fortuner 4x4 Automatic 2009, Toyota All New Camry Hybrid Automatic 2012, Toyota Fortuner 2012, Toyota Inova G Lux 2012, Toyota Kijang Inova 2.0 tahun 2016, Toyota Fortuner 2.4 VRZ 4x2 Automatic 2018 dan Toyota New Camry 2,5 V Automatic 2018.
 
Dari kedelapan mobil dinas, dua di antaranya menjadi hak milik Uu tanpa melalui proses lelang. Kepemilikan kendaraan dinas menjadi aset pribadi ini dimungkinkan seturut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2014, Tentang Penjualan Barang Milik Negara/Daerah Berupa Kendaraan Perorangan Dinas.
 
Dalam sejumlah pasal PP 84 disebutkan kepala daerah berhak membeli kendaraan dinas dengan sejumlah persyaratan, termasuk di antaranya usia kendaraan minimal.empat tahun, masa jabatan sebagai kepala daerah minimal empat tahun, dan kendaaraan yang dimaksud sudah tak digunakan lagi oleh pelaksana tugas.
 
Sementara harga jual kendaraan ditentukan oleh nilai wajar dan usia kendaraan. Dalam peraturan yang sama disebutkan harga jual kendaraan dengan umur empat sampai dengan tujuh tahun mencapai 40% dari nilai wajar, sedangkan kendaraan dengan umur lebih dari tujuh tahun dilego 20% dari nilai wajar kendaraan.
 
Uu, sebut Abdul Kodir, berhak atas dua kendaraan dinas lantaran ia sempat menduduki dua jabatan berbeda. Kedua mobil diserahkan atas jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tasik periode periode 2004-2009 dan Bupati Tasik 2011-2016.
 
\"Kalau tidak salah ada dua mobil. Kalau gak salah untuk periode (jabatan bupati) yang pertama, yang kedua untuk beliau sebagai ketua dewan. Tapi bukan yang baru, yang lama. (Sisanya) udah diserahkan kepada pemerintah daerah. Itu semua sudah kami terima,\" katanya.
 
Keenam mobil dinas yang telah ditarik menurut Abdul Kodir bakal dipergunakan untuk keperluan pemerintah. Kebijakan pengalokasian mobil bakal ditentukan oleh pejabat bupati yang baru.
 
\"Itu kebijakan bupati yang baru mau disalurkan ke mana, apakah yang terbaru dipakai oleh wakil, bupati baru, karena, kan, yang baru belum dapat yang sedannya. Mungkin ke situ dipakai,\" kata dia.

AYO BACA : Kabupaten Tasikmalaya Cuman Punya 4 Mobil Damkar

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600