Kenaikan Harga Pertamax, Warga Beralih ke Pertalite
Oleh Hengky Sulaksono, pada Oct 10, 2018 | 19:57 WIB
Kenaikan Harga Pertamax, Warga Beralih ke Pertalite
Seorang petugas mengisi bahan bakar jenis Pertamax kepada sebuah sepeda motor di SPBU. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)
TAWANG, AYOTASIK.COM -- Harga bahan bakar minyak jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp9.500 menjadi Rp10.400 per liter. Harga baru ini diberlakukan PT Pertamina di seluruh Indonesia mulai Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB.
 
Kenaikan harga yang mencapai Rp900 tersebut membuat sejumlah konsumen Pertamax memilih bermigrasi menggunakan Pertalite. Alasan haga yang lebih terjangkau menjadi pemicu warga lebih memilih Pertalite ketimbang Pertamax.
 
Salah seorang warga Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Heru Firmasnyah (23) mengatakan ia terpaksa berpindah menggunakan Pertalite demi menekan pengeluaran hariannya. Pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek berbasis aplikasi daring ini mengaku sudah menjadi pelanggan setia Pertamax selama kurang lebih tiga tahun belakangan.
 
"Udah kurang lebih tiga tahunan pakai Pertamax. Dari dulu juga memang suka naik turun, tapi selisihnya enggak banyak. Baru sekarang selisihnya hampir Rp1.000. Harganya jadi di atas Rp10.000," kata Heru kepada wartawan dijumpai di salah satu SPBU di kawasan Jalan Mayor S.L. Tobing.
 
Kenaikan harga yang terbilang signifikan ini mebuat Heru tak bisa bertahan lebih lama menjadi pelanggan Pertamax. Ia lebih memilih beralih menggunakan Pertalite yang saat ini dihargai Rp 7.800 per liter. Heru mengaku baru hari ini beralih menggunakan Pertalite.
 
"Tadi siang sempat isi Pertamax karena belum tahu naik. Barusan baru pakai Pertalite. Baru tahunya tadi siang kalau Pertamax naik. Tapi kalau nanti harganya turun lagi, Rp9.000-an mungkin saya baru pakai Pertamax lagi," katanya.
 
Warga lainnya, Deni Andriani (33) melakukan hal serupa. Dia memilih meninggalkan Pertamax dan beralih ke Pertalite lantaran kenaikan harga yang menurutnya sangat tinggi. Deni sudah menggunakan Pertamax sejak dua tahun terakhir.
 
"Enggak apa-apa, lah, saya ganti (menggunakan Pertalite). Saya pakai Pertamax karena lebih enak aja kalau dipakai. Mudah-mudahan, sih, nanti turun lagi. Tapi kalau sekarang, mah, ya, mau enggak mau pakai Pertalite," kata dia.

AYO BACA : Kadin dukung program BBM satu harga

AYO BACA : Batal Naik, Premium di SPBU Jalan BKR Tetap Diserbu Konsumen

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600