Buruh Kota Tasik Belum Sadar Berserikat
Oleh Hengky Sulaksono, pada Oct 11, 2018 | 14:45 WIB
Buruh Kota Tasik Belum Sadar Berserikat
Ilustrasi. (pixabay.com)

TAWANG, AYOTASIK.COM--Elemen pekerja alias buruh di Kota Tasikmalaya dinilai masih belum punya kesadaran untuk berserikat. Padahal, perserikatan dinilai penting untuk meningkatkan posisi tawar para buruh di hadapan pemilik perusahaan dan pemerintah dalam negosiasi pelbagai isu ketenagakerjaan.

Para pekerja di Kota Tasik selama ini belum bisa melihat isu ketenagakerjaan sebagai sesuatu yang perlu diketauhi. 
\nKetua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tasikmalaya, Yuhendra Ependi mengatakan para pekerja sering merasa cukup dengan pekerjaan yang telah diperoleh. 

\"Kadang-kadang ada pekerja itu takut berserikat, karena menganggap udah bekerja juga udah alhamdulillah. Ini yang membuat pengusaha punya senjata, posisi yang lebih kuat dalam hal tawar menawar. Alhamdulillah juga segini, daripada di rumah. Aduh. Inilah kultur pekerja di Kota Tasik masih jauh kesadarannya untuk berserikat,\" kata Yuhendra, Kamis (11/10/2018) siang.

Padahal, ujar Yuhendra, banyak situasi-situasi yang sebenarnya tidak menguntungkan para pekerja dalam situasi kerja sehari-hari seperti pengupahan yang tidak sesuai ketentuan, jam kerja berlebih, lembur yang tak dibayar, pembatasan cuti, status kerja yang sumir, ketidakpastian jaminan sosial serta PHK dan pesangon.

Iklim kebebasan berserikat yang tidak kondusif akibat ketentuan perusahaan juga membuat kesadaraan para pekerja dalam memperjuangkan hak-hak normatifnya makin tumpul. Padahal, hak berkumpul dan berserikat ini dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

AYO BACA : Ribuan Pekerja Kota Tasik Digaji di Bawah UMK

Imbas dari kondisi ini cukup terasa. Yuhendra menyebut sekitar 40% perusahaan yang ada di Kota Tasikmalaya membayar para pekerja mereka di bawah ketentuan UMK. Dia mengatakan rata-rata pendapatan buruh yang dibayar di bawah UMK tersebut berkisar Rp1 juta-Rp1,5 juta/bulan.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 561/Kep.1065-Yanbangsos/2017 Tentang Upah Minimum Kabupaten Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, UMK untuk wilayah Kota Tasikmalaya ditetapkan sebesar Rp1,9 juta.

Berbanding terbalik, Yuhendra menyebut buruh yang tergabung dalam SPSI rata-rata telah mendapatkan upah sesuai ketentuan. Pelbagai hak terkait ketenagakerjaan yang dijamin dalam aturan perundang-undangan menurutnya juga dirasakan buruh-buruh yang berada dalam serikat.

Walau demikian, sebagai tanggungjawab moral, Yuhendra mengatakan SPSI Kota Tasik sering membantu mengadvokasi permasalahan-permasalahan terkait isu ketenagakerjaan yang menimpa para buruh di luar serikat. Namun bantuan yang diberikan tak bisa dimaksimalkan lantaran terhalang faktor koordinasi.

\"Kami bantu mereka mereka yang di luar serikat juga. Kalau mereka menyampaikan permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan, bukan upah saja, itu kita siap bantu dan sudah banyak kita melakukan itu. Tapi kembali kepada mereka. Akan lebih mudah kalau pekerjanya berserikat,\" jelasnya. 

AYO BACA : Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Ulang Tahun Kota Tasik

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600