Kabupaten Tasik Bakal Deklarasi Tolak LGBT
Oleh Hengky Sulaksono, pada Oct 11, 2018 | 16:19 WIB
Kabupaten Tasik Bakal Deklarasi Tolak LGBT
Ilustrasi. (pixabay.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya bakal mendeklarasikan penolakan terhadap keberadaan kelompok lesbian, gay, biseksual dan transeksual alias LGBT. Rencana tersbut, disusun sebagai respons atas temuan grup kelompok LGBT di platform medua sosial Facebook.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto menuturkan koordinasi terkait rencana aksi penolakan ini telah dilakukan pelbagai elemen, termasuk pemerintah dan ulama. Deklarasi ini juga direncanakan melibatkan sekolah-sekolah di Kabupaten Tasik.

\"Sampai saat ini kami berkoordinasi dengan beberapa pihak semisal ulama dan pemerintah. Dalam waktu dekat insyaallah kami akan melaksanakan deklarasi menolak LGBT di Tasikmalaya yang akan diikuti sekolah-sekolah di Kabupaten Tasikmalaya,\" kata Ato kepada wartawan, Kamis (11/10/2018) siang.

AYO BACA : Ada Grup LGBT di Tasik, Sejumlah Elemen Berdiskusi dengan Polisi

Terdapat sedikitnya dua grup yang dilaporkan yakni grup Singaparna Baru yang beranggotakan 1.219 akun dan Ciawi Panembangan dengan anggota 208 orang. Ato menyebut sejumlah aktivitas percakapan para anggota grup menawarkan hubungan sesama jenis antar anggotanya.

Dia juga meminta pemerintah daerah untuk langsung bergerak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok LGBT ini. Pemerintah diminta segera memblokir kedua grup yang menurut Ato masih berstatus aktif tersebut.

\"Kami belum bisa (memastikan) akun ini hoaks atau tidak, tetapi kami ada indikator yang perlu diuji kebenarannya. Hasil pemantauan akun tersebut masih aktif sampai tadi pagi, juga interaksinya masih ada. Kemudian dari Dinas Kesehatan juga ada ditemukan data bahwa berkembangnya penularan HIV AIDS itu meningkat, dan disimpulkan juga salah satu penyebabnya adalah hubungan sesama jenis, artinya interaksi itu masih sangat nyambung,\" UJARNYA.

AYO BACA : Buruh Kota Tasik Belum Sadar Berserikat

Ditemui secara terpisah, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Kabupaten Tasik, Ahmad Muchsin mengaku sangat prihatin dan malu dengan temuan keberadaan kelompok LGBT di Kabupaten Tasik. Dia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mempertajam pelajaran-pelajaran etika untuk menghindari perkembangan preferensi seksual LGBT yang dianggapnya menyimpang.

\"Kami sudah berkordinasi dengan MUI, FKUB, dan Dinas Pendidikan. Kami sudah intruksikan Dinas Pendidikan untuk mempertajam pelajaran-pelajaran tentang etika di sekolah. Selain itu guru juga harus melakukan pemantauan kepada anak didik, dicari akar masalahnya itu apa,\" kata Ahmad.

Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya, Ii Abdul Basit melihat, fenomena keberadan kelompok LGBT ini harus disikapi serius oleh semua pihak. Dia juga mengajak semua pihak mengambil langkah antisipasi dengan cara memperhatikan pergaulan anak dari lingkungan terkecil macam keluarga, perkampungan hingga sekolah-sekolah.

\"Setiap tokoh beserta guru-guru di sekolah harus memberikan pembinaan kepada anak didik di pesantren dan sekolah serta masyarakatnya, dengan memberitahukan indikasi karakter seks yang menyimpang dan memberitahukan bahwa hal tersebut merupakan penyakit menular yang ada kemungkinan dia lah yang sebenarnya akan menjadi korban,\" jelasnya.

AYO BACA : Ribuan Pekerja Kota Tasik Digaji di Bawah UMK

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600